Pacu Jalur Rayon I Baserah Dikotori Judi “Incek Kapeh”

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Keramaian pacu jalur di Baserah tampaknya dimanfaatkan penjudi dari luar daerah. Buktinya dalam keramaian pacu jalur, beberpa orang membuka judi yang dikenal dengan judi “incek kapeh”. Lokasinya tepat dekat tribune umum di kawasan pancang pemisah ke 3.
Pelaku judi “incek kapeh” ini memang sangat berani. Pasalnya di kawasan itu sangat ramai lalu lintas orang, tapi mereka tidak takut dan tidak peduli. Mereka membuka permaianan judi di atas meja kecil yang dialas kertas karton. Inilah yang mengherankan.
Kondisi ini dilaporkan KuansingKita kepada petugas jaga berpangkat Aiptu di Mapolsek Kuantan Hilir.  Sejauh ini tidak diperoleh keterangan pasti apakah polisi menghentikan judi tersebut atau para penjudi itu yang bubar sebelum polisi tiba lantaran mendapat informasi.
Dari perbincangan KuansingKita dengan sejumlah mantan penjudi di Telukkuantan. Seorang yang namanya sengaja disembunyikan mengatakan judi “incek kapeh” harus dilarang keras. Pasalnya jenis judi ini bukanlah peruntungan tapi “tipuan”
Ia membeberkan, judi “incek kapeh” hanya bisa dimainkan oleh penjudi yang sangat mahir.  Sebuah biji kecil sebesar biji kapas dimainkan dalam tiga kantong penutup seperti buah halma. Siapa yang bisa menembak dimana biji kapas itu berada maka uangnya dibayar berkali-kali lipat.
Masyarakat biasa katanya akan sangat mudah terpancing atau tergoda untuk  ikut bermain. Pasalnya mereka bisa melihat secara lantang dimana biji kapas itu berada. Tapi begitu dibuka ternyata dibawah kantong penutup itu tidak ada biji kapas.  “ Ini kecepatan tangan penjudi. Ini tipuan,” katanya

Dan lagi tambah sumber tadi, semua pemain mulanya teman mereka sendiri, setelah ada pemasang luar itulah yang dikuras mereka. Karena itu katanya judi “ incek kapeh” itu harus dilarang keras dalam keramaian pacu jalur. “ Itu tipuan saja,” kata sumber tadi
Ia menyebutkan sejumlah permainan judi yang penuh tipuan dan harus dilarang keras dalam keramaian pacu jalur. Kasihan katanya warga yang kesulitan ekonomi uangnya dikuras pula oleh para penjudi licik yang penuh tipuan.
Selain judi “incek kapeh”, ada lagi judi “Dua Lima”. Judi ini dimainkan dengan uang koin. Satu sisi uang koin ditulis  angka 2 pada sisi lain angka 5. Uang koin diputar kemudian dalam posisi berdiri ditutup dengan handuk kecil.  Jika pemasang memilih angka 2 maka handuk ditarik ke arah angka 5.
“ Judi dua lima ini juga tipuan. Jangan sampai dibiarkan warga Kuansing ditipu oleh penjudi seperti ini,” katanya lagi
Sumber tadi menambahkan, ada satu lagi jenis judi yang sering dimainkan saat keramaian pacu jalur yakni tusuk ikat pinggang. Ikat pinggang digulung lalu pemasang menusukkan pensil kedalam gulungan. Jika pensil menyangkut  pemasang dapat uang sebesar taruhannya.
 “Judi ikat pinggang ini juga tipuan. Judi tipuan ini hanya bisa dimainkan oleh penjudi dari luar daerah,” cetus sumber tadi.
Foto : penjudi “Incek kapeh” ( KKC)

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...