Foto Ilustrasi (Istimewa)

Seekor Buaya Ditemukan Mati Mengapung di Bendungan WK

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Seekor buaya ditemukan mati mengapung dibendungan WK, Desa Marsawa, Kecamatan Sentajo Raya, Kuansing, Jumat (31/7/2020). Selain buaya, sejumlah ikan di bendungan WK juga ditemukan mati mengapung.
Informasi ini telah beredar di kalangan pengguna medsos terutama pemilik akun yang berdomisili di sekitar bendungan WK. Diperkirakan panjang buaya yang ditemukan mati mengapung itu sekitar 3 meter. Bangkai buaya yang mati mengapung itu diselamatkan warga.
Namun sejauh ini belum diperoleh keterangan pasti penyebab matinya buaya dan ikan-ikan di bendungan WK. Apalagi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Rustam ketika dikonfirmasi KuansingKita mengaku belum mendapatkan informasi bahwa ada buaya mati mengapung di bendungan WK.
“ Nanti akan kami telusuri, terima kasih informasinya,” kata Rustam

Dari informasi yang dirangkum, sejak beberapa bulan ini, aktivitas PETI sangat marak di sejumlah sungai yang bermuara ke bendungan WK. Kuat dugaan telah terjadi pencemaran akibat aktivitas PETI sehingga menyebabkan buaya dan ikan mati mengapung di bendungan WK.
Buaya memang sering ditemukan di kawasan bendungan WK. Buaya bukan saja ditemukan di areal waduk bendungan, tapi pada saluran primer bendungan di kawasan Desa Marsawa itu juga sering ditemukan buaya.
Kepala Desa Marsawa, Muhtar ketika dikonfirmasi KuansingKita, tentang buaya yang mati mengapung di bendungan WK,  mengatakan dirinya tidak melihat langsung ke lokasi kejadian. Ia mengaku  mendapatkan informasi dari warga.
Menurut Kades Muhtar foto-foto buaya mati mengapung di bendungan WK itu diketahuinya setelah diperlihatkan warga. Namun dia memastikan kalau foto itu lokasinya benar di bendungan WK.
“ Saya belum datang ke sana (bendungan Teso), nanti saya mau ke sana,” kata Muhtar.

Buaya memang termasuk binatang buas, namun berdasarkan  Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, buaya termasuk binatang yang dilindungi.
Begitu juga dalam PP nomor 7 tahun 1999, buaya air tawar (crocodylus porosus) juga termasuk binatang yang dilindungi. Karena itu, Pemkab Kuansing tidak boleh abai dan harus menelusuri penyebab kasus kematian buaya di bendungan Teso ini.(smh)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...