35 Ribu Hektar Kebun di Kuansing Disinyalir Dibangun di Lahan Ilegal

Selasa, 3 Januari 2017 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita.com)) – Sedikitnya 35 ribu hektar kebun budi daya di Kuansing disinyalir dibangun di atas lahan illegal. Angka luasan kebun ilegal ini ditemukan dari selisih luas lahan cadangan budi daya perkebunan berdasarkan Perda nomor 1 tahun 2014 dengan luas areal perkebunan saat ini di Kuansing.
Mantan Kepala Dinas Perkebunan Kuansing Wariman kepada KuansingKita.Com membeberkan luas lahan cadangan budi daya perkebunan di  Kuansing berdasarkan Perda nomor 1 tahun 2014 hanya 244.000 hektar. Kini luas areal perkebunan di Kunsing sudah mencapai 279.000 hektar.
Karena itu kata Wariman dipastikan sekitar 35.000 hektar lahan perkebunan di Kuansing di bangun di atas lahan illegal. “ Lahan yang memiliki legalitas hanya 244.000 hektar. Kini luas kebun sudah mencapai 279.000 hektar. Jadi 35.000 hektar lagi tentu dibangun di atas lahan illegal,” beber Wariman
Wariman yakin angka luasan areal perkebunan ini masih terus bertambah. Artinya luas lahan perkebunan yang dibangun di atas lahan illegal akan terus bertambah. Pasalnya lahan cadangan budi daya perkebunan seluas 244.000 hektar sudah dibangun kebun semua. Sehingga aktivitas pembukaan lahan baru diyakini dibangun di atas lahan illegal.
” Saya yakin angka ini masih terus bertambah karena angka luasan ini diambil dari data 2013 lalu,” kata Wariman
Wariman menjelaskan luasan 279.000 hektar lahan perkebunan di Kuansing saat ini, bukan saja untuk luasan perkebunan swasta tapi juga termasuk luasan perkebunan rakyat. Begitu juga dengan lahan cadangan budi daya seluas 244.000 hektar. Luasan ini katanya bukan saja untuk perkebunan rakyat, tapi juga termasuk luas areal HGU.
“ Kenyataannya, di Kuansing kini luas areal perkebunan sudah mencapai 279.000 hektar. Jadi sekitar 35.000 hektar kebun di Kuansing disinyalir dibangun di atas lahan ilegal,” pungkasnya (kkc)

Berita Terkait

Pebri Mahmud Bakal Calon Wakil Bupati yang Dibanjiri Arus Dukungan
Jam Tangan Lokal Juga Bisa Bersaing dengan Produk Luar Negeri
Calon Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar di Mata Budayawan Yusmar Yusuf : Terobosan Jenial dalam Gelombang Zaman
Sangat Tepat, Suara Pemilih Kuansing Dibulatkan untuk H Sukarmis
Mendukung Dr Mardianto, MT dalam Pileg 2024 Sebuah Langkah yang Tepat
Hadir di Kuansing, “ Tanjok Florist” Jasa Papan Bunga dengan Kreasi Menawan dan Harga Terjangkau
Klinik Utama Malikha Milik Putera Asli Kuansing. Punya Masalah Kesehatan Datanglah Kesana, Biaya Sangat Terjangkau
Dukung, Calon DPD RI Juprizal Siap Perjuangkan Hak Rakyat dan Hak Daerah Riau
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 18:00 WIB

Pebri Mahmud Bakal Calon Wakil Bupati yang Dibanjiri Arus Dukungan

Sabtu, 16 Desember 2023 - 19:40 WIB

Jam Tangan Lokal Juga Bisa Bersaing dengan Produk Luar Negeri

Kamis, 7 Desember 2023 - 10:13 WIB

Calon Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar di Mata Budayawan Yusmar Yusuf : Terobosan Jenial dalam Gelombang Zaman

Rabu, 6 Desember 2023 - 19:05 WIB

Sangat Tepat, Suara Pemilih Kuansing Dibulatkan untuk H Sukarmis

Rabu, 29 November 2023 - 18:40 WIB

Mendukung Dr Mardianto, MT dalam Pileg 2024 Sebuah Langkah yang Tepat

Berita Terbaru

Ilustrasi ( Foto Istockphoto)

NASIONAL

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal

Jumat, 13 Feb 2026 - 20:54 WIB

Toko emas dibakar (Foto kompas/dokumen warga)

NASIONAL

Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas

Kamis, 12 Feb 2026 - 19:17 WIB