Mardianto Desak Pemkab Hentikan Peti di Kuansing

Selasa, 3 Januari 2017 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peti di Sungai Kuantan (foto kkc/ktc)

Peti di Sungai Kuantan (foto kkc/ktc)

TELUKKUANTAN (KuansingKita.Com)– Dalam rangka menyambut Hari Air Sedunia yang jatuh Maret mendatang, Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Riau, Mardianto Manan mendesak Pemkab Kuansing untuk menghentikan segala aktivitas PETI di Sungai Kuantan, Sungai Singingi dan sungai-sungai kecil lainnya di Kuansing.

Kepada KuansingKita.Com Ketua Fordas Riau, Mardianto Manan mengatakan peringatan Hari Air Sedunia (World Day For Water) adalah peringatan yang ditujukan sebagai upaya menarik perhatian publik terhadap pentingnya air bersih.

Selain itu kata Mardianto, Hari Air Sedunia adalah peringatan yang ditujukan sebagai upaya penyadaran untuk pengeloalaan sumber air bersih yang berkelanjutan. Untuk itu, Pemkab Kuansing perlu menampakkan kepeduliannya dengan menghentikan aktivitas PETI yang merusak sungai di Kuansing.

Mardianto menjelaskan Hari Air Sedunia diperingati setiap 22 Maret. Inisiatif peringatan Hari Air Sedunia diumumkan dalam sidang PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janairo, Brasil. “ Sejak itu World Day For Water atau Hari Air Sedunia diperingati setiap tahun,” jelas Mardianto

Lebih jauh dipaparkannya, kendati air menduduki hampir 70 persen  luas permukaan bumi namun hanya sebagian kecil dari air tersebut yang dapat dikonsumsi. Sedangkan 97 persen dari air yang ada di bumi merupakan air laut yang mengandung konsentrasi garam tinggi sehingga tidak bisa dikonsumsi.

“ Hanya 3 persen saja air di bumi ini yang merupakan air segar artinya air yang tidak mengandung konsentrasi garam tinggi,” katanya.

Dari 3 persen air segar yang tidak mengandung konsentrasi garam tinggi, sekitar 69 persen diantaranya membeku di kutub bumi. Hanya sekitar 31 persen saja dari 3 persen air segar yang bisa dikonsumsi. Air ini katanya berada dalam tanah dan sungai-sungai di permukaan bumi.

“ Sekitar 31 persen air segar inilah yang digunakan untuk kelangsungan kehidupan manusia,” kata Mardianto

Kini imbuh Mardianto, air segar yang berada di permukaan bumi seperti air sungai, danau dan lainnya sudah dicemari pula oleh berbagai aktivitas manusia. Karena itu Mardianto mendesak Pemkab Kuansing agar dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia, sungai-sungai di Kuansing seperti Sungai Kuantan, Sungai Singingi dan sungai kecil lainnya harus bebas dari aktivitas PETI dan aktivitas manusia yang menimbulkan pencemaran.

“ Setidaknya upaya ini merupakan bukti nyata bagi Pemkab Kuansing dalam mendukung Hari Air Sedunia,” pungkas Mardianto (kkc)

Berita Terkait

Pakar Lingkungan Hidup Dr Elviriadi Mencari Hang Jebat Ekologis
Dr Elviriadi : Sengketa Lahan di Riau Tak Kunjung Selesai, Sudah Seperti Penyakit Akut
Dipertanyakan Kenapa Pelaku Ilegal Loging di Kuansing Ini Aman-aman Saja
Deforestasi Membuat Bukit Batabuh Semakin Memprihatinkan
Gajah, Si Bongsor yang Tersekap di Ruang Sempit Bukit Tiga Puluh dan Teso Nilo
Dilema Suku Terasing di Bukit Tiga Puluh dan Penggarap Lahan di Teso Nilo
Dua Hari Lalu, 148 Hotspot Terdeteksi di Riau, Satu Titik Terdeteksi di Kuansing
Mau Tau, Begini Cara Mengusir Semut dari Rumah
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Oktober 2021 - 23:57 WIB

Pakar Lingkungan Hidup Dr Elviriadi Mencari Hang Jebat Ekologis

Sabtu, 18 September 2021 - 23:45 WIB

Dr Elviriadi : Sengketa Lahan di Riau Tak Kunjung Selesai, Sudah Seperti Penyakit Akut

Sabtu, 18 September 2021 - 12:19 WIB

Dipertanyakan Kenapa Pelaku Ilegal Loging di Kuansing Ini Aman-aman Saja

Rabu, 25 Agustus 2021 - 18:57 WIB

Deforestasi Membuat Bukit Batabuh Semakin Memprihatinkan

Minggu, 22 Agustus 2021 - 16:39 WIB

Gajah, Si Bongsor yang Tersekap di Ruang Sempit Bukit Tiga Puluh dan Teso Nilo

Berita Terbaru

Ilustrasi ( Foto Istockphoto)

NASIONAL

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal

Jumat, 13 Feb 2026 - 20:54 WIB

Toko emas dibakar (Foto kompas/dokumen warga)

NASIONAL

Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas

Kamis, 12 Feb 2026 - 19:17 WIB