Komunitas Penggiat Alam Kuansing Gelar Kongres Pertama di Pulau Bungin

Sabtu, 15 April 2017 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita.com) – Puluhan aktivis lingkungan yang tergabung dalam berbagai komunitas penggiat alam di Kabupaten Kuantan Singingi menggelar kongres pertama di hutan kota Pulau Bungin, Jumat (14/4/2017)

Kongres ini melahirkan organisasi induk penggiat alam Kabupaten Kuantan Singingi yang diberi nama Hikpa (Himpunan Komunitas Penggiat Alam) Kuansing.

Delapan komunitas penggiat alam Kuansing yang hadir mendeklarasikan lahirnya Hikpa Kuansing diantaranya Kuantan Cares, Alam Batobo, Unixpalala, Rempa.

Selain itu ada juga komunitas penggiat alam seperti Mapala Koja, MTMA Kuansing, Hipala Kuansing, OP Pala dan sejumlah aktivis penggiat lingkungan yang hadir secara pribadi.

Kongres pertama para komunitas penggiat alam ini selain membidani lahirnya Hikpa Kuansing juga telah menunjuk para pengurus dari organisasi yang selalu mengedepankan tanggungjawab moral terhadap kelesatraian alam

Peserta kongres secara aklamasi telah menujuk dr Gianjar Sukma Putra sebagai Ketua Umum dan Arif Binafsihi,S.Kom sebagai Sekretaris Jendral Hikpa Kuansing untuk priode 2 tahun kedepan.

Kongres pertama komunitas penggiat alam Kuansing ini ditutup dengan menggelar kemah bhakti di kawasan Air Panas Alam, Sungai Pinang, Kecamatan Hulu Kuantan pada Sabtu (15/4/2017)

Ketua Panitia Kongres Febi Kurniawan A.Md kepada KuansingKita.com mengungkapkan kongres pertama ini digagas dari pemikiran tentang perlunya wadah bagi komunitas penggiat alam di Kuansing.

Wadah ini selain berperan memayungi komunitas penggiat alam juga menjadi tempat berkumpul aktivis lingkungan untuk bisa saling berkomunikasi dan berbagi informasi tentang alam Kuansing.

Untuk itu, Febi berharap pengurus Hikpa Kuansing yang terpilih bisa mewujudkan cita cita organisasi ini agar bermanfaat bagi masyarakat dan alam Kuantan Singingi.

Febi menekankan pengurus Hikpa Kuansing harus mampu membuka diri untuk merangkul komunitas dan penggiat alan yang belum terdata

Hal senada juga dikemukakan Robby Anggriawan, S.Pd. Aktivis dari komunitas Kuantan Cares ini mengatakan Hikpa Kuansing harus membuka pintu lebar-lebar.

Organisasi ini kata Roby harus mampu merangkul seluruh aktivis lingkungan baik yang tergabung dalam komunitas maupun pribadi yang tidak sempat hadir pada kongres pertama ini

“ Pengurus harus mampu melakukan rekrutmen anggota secepatnya,” tutup Roby.(whd)

 

Berita Terkait

Pakar Lingkungan Hidup Dr Elviriadi Mencari Hang Jebat Ekologis
Dr Elviriadi : Sengketa Lahan di Riau Tak Kunjung Selesai, Sudah Seperti Penyakit Akut
Dipertanyakan Kenapa Pelaku Ilegal Loging di Kuansing Ini Aman-aman Saja
Deforestasi Membuat Bukit Batabuh Semakin Memprihatinkan
Gajah, Si Bongsor yang Tersekap di Ruang Sempit Bukit Tiga Puluh dan Teso Nilo
Dilema Suku Terasing di Bukit Tiga Puluh dan Penggarap Lahan di Teso Nilo
Dua Hari Lalu, 148 Hotspot Terdeteksi di Riau, Satu Titik Terdeteksi di Kuansing
Mau Tau, Begini Cara Mengusir Semut dari Rumah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Oktober 2021 - 23:57 WIB

Pakar Lingkungan Hidup Dr Elviriadi Mencari Hang Jebat Ekologis

Sabtu, 18 September 2021 - 23:45 WIB

Dr Elviriadi : Sengketa Lahan di Riau Tak Kunjung Selesai, Sudah Seperti Penyakit Akut

Sabtu, 18 September 2021 - 12:19 WIB

Dipertanyakan Kenapa Pelaku Ilegal Loging di Kuansing Ini Aman-aman Saja

Rabu, 25 Agustus 2021 - 18:57 WIB

Deforestasi Membuat Bukit Batabuh Semakin Memprihatinkan

Minggu, 22 Agustus 2021 - 16:39 WIB

Gajah, Si Bongsor yang Tersekap di Ruang Sempit Bukit Tiga Puluh dan Teso Nilo

Berita Terbaru

Ilustrasi ( Foto Istockphoto)

NASIONAL

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal

Jumat, 13 Feb 2026 - 20:54 WIB

Toko emas dibakar (Foto kompas/dokumen warga)

NASIONAL

Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas

Kamis, 12 Feb 2026 - 19:17 WIB