Andi Arief Desak Karni Ilyas Minta Maaf Atas Tayangan TV One

Senin, 11 Maret 2019 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Andi Arief , politisi yang sempat dicokok polisi di Hotel Menara Peninsula, Jakarta beberapa hai lalu mendesak Pemimpin Redaksi TV One, Karni Ilyas meminta maaf karena telah merugikan nama baiknya dan keluarganya.
Dilansir CNN Indonesia, Andi Arief mengatakan seharusnya TV One tidak menggunakan foto-foto saat dirinya ditangkap di Hotel Menara Peninsula lantaran sumber yang tidak jelas.
“Saya berharap bang @karniilyas dan tv one yang sudah menjadi algojo dalam menghabisi saya meminta maaf,” ucap Andi melalui akun Twitternya @AndiArief_ pada Minggu (10/3).
Andi mengaku tahu bahwa Karni mengirim wartawan TV One ke Badan Reserse Kriminal Direktorat IV pada pukul 10.00 Senin lalu (4/3) atau satu hari setelah Andi ditangkap di Menara Peninsula, Jakarta.
Setelah itu, lanjut Andi, TV One menayangkan foto – foto dirinya ketika diperiksa polisi di Menara Peninsula dan juga barang – barang yang ada di lokasi. Andi merasa disudutkan dengan hal tersebut.
“Saya bukan tersangka bang Karni. Anda wartawan senior tapi abai,” tutur Andi.
Membalas cuitan Andi, Karni Ilyas mengatakan Andi telah keliru. Karni menyebutkan yang memerintahkan wartawan ke Bareskrim bukan dirinya, melainkan koordinator liputan TV One.
Karni mengaku baru tahu informasi bahwa Andi ditangkap sehari kemudian. “Sebab Senin itu saya tidur subuh dan bangun siang,” ucap Karni melalui akun Twitternya @karniilyas, Minggu (10/3).
Andi tampaknya sangat menyesalkan karena dirinya telah dilepas kepolisian dua jam sebelum program ILC dimulai. Akan tetapi, acara ILC tetap dilanjutkan. Andi merasa diadili di forum tersebut meski tidak berstatus tersangka.
“Bang Karni menghajar orang yang secara hukum tidak bersalah,” ujar Andi.
Dalam hal ini, mantan aktivis 1998 itu mengaku tidak berada dalam posisi mengkritik kebebasan pers. Namun, Andi menggarisbawahi bahwa pers tidak boleh mengenyampingkan fakta hukum.
Staf khusus presiden di era Kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengatakan hal tersebut bukan tujuan dari kebebasan pers, dan Andi merasa dirugikan atas pemberitaan yang ada kala itu.
“Saya berharap Bang Karni yang sudah memulai ini menjadi ‘bara’ untuk menjadi bagian memadamkannya. saya bukan kriminal dan bukan persepsi buruk tentang foto – foto yang dimuat sudah meluas. Termasuk dilakukan media lain. Terima kasih,” lanjutnya dikutip CNN Indonesia. (kkc)
(Foto : CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Berita Terkait

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Rizki Poliang Menangkan Gugatan Praperadilan di Pengadilan Negeri Tembilahan
Nia Ramadhani dan Suaminya Pengusaha Tajir Ardi Bakrie Ditangkap Polisi atas Kasus Pemilikan Sabu
Melahirkan Bayi di Kamar Mandi, Wanita Muda Ini Bunyikan Musik Keras-keras
Sebanyak 63 Kepala SMP Negeri Inhu yang Dulu Mundur Diperiksa KPK untuk Diminta Keterangannya
Hati-hati. Miliki Pipa Rokok dari Bahan Gading Gajah Anda Bisa Ditangkap
Seorang Pria di Desa Jaya Kopah, Kuantan Tengah Ditemukan Tewas Tergantung Dalam Kamar
Ruko Milik Dedi Handoko Alias DH di Jalan Tanjung Datuk Pekanbaru Digeledah KPK
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Senin, 11 Juli 2022 - 23:43 WIB

Rizki Poliang Menangkan Gugatan Praperadilan di Pengadilan Negeri Tembilahan

Kamis, 8 Juli 2021 - 22:32 WIB

Nia Ramadhani dan Suaminya Pengusaha Tajir Ardi Bakrie Ditangkap Polisi atas Kasus Pemilikan Sabu

Selasa, 6 Juli 2021 - 14:49 WIB

Melahirkan Bayi di Kamar Mandi, Wanita Muda Ini Bunyikan Musik Keras-keras

Kamis, 13 Agustus 2020 - 23:46 WIB

Sebanyak 63 Kepala SMP Negeri Inhu yang Dulu Mundur Diperiksa KPK untuk Diminta Keterangannya

Berita Terbaru

Ilustrasi (Dok Warta Kota Tribune)

EDITORIAL

Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 11 Mar 2026 - 00:53 WIB

Deforestasi (Foto Antara)

EDITORIAL

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Senin, 9 Mar 2026 - 20:41 WIB