Kawanan Gajah Liar Belum Berhasil Dikembalikan ke Habitatnya di Taman Nasional Teso Nilo

Minggu, 7 Juli 2019 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Kawanan gajah kini memang sudah meninggalkan lahan perkebunan warga Cerenti. Namun kawanan binatang “bongsor” ini belum kembali ke habitatnya di Lubuk Kembang Bungo, di kawasan TNTN ( Taman Nasional Teso-Nilo).
Kepala Bidang KSDA Wilayah I, Balai Besar KSDA Riau, Andri Hansen Siregar ketika dikonfirmasi KuansingKita mengatakan kawanan gajah yang selama ini merusak lahan perkebunan warga Cerenti, posisinya sudah bergeser ke Baturijal Hulu dan Simalinyang, Kabupaten Inderagiri Hulu.
Andri Hansen menyebutkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau,  kesulitan untuk mengarahkan kawanan gajah ke Taman Nasional Teso-Nilo. Pasalnya ketika kawanan gajah mengarah ke TNTN akhirnya berbalik ke belakang karena dikejutkan bunyi meriam dan letusan mercon.
Warga yang khawatir lahan perkebunannya dimasuki kawanan gajah berjaga-jaga dengan meriam dan mercon. Setiap kali kawanan gajah mengarah ke TNTN, pemilik kebun di depannya meletuskan meriam dan mercon yang suaranya mengejutkan kawanan gajah.
Karena itu kata Andri Hansen, tidak tertutup kemungkinan gajah akan kembali lagi ke Cerenti jika saja warga tidak mendukung upaya yang dilakukan Balai Besar KSDA Riau. Sepanjang warga masih mengantisipasi kawanan gajah dengan meriam dan mercon kawnan gajah tidak mungkin bisa diarahkan ke TNTN.
Selain warga yang tidak mendukung, Andri Hansen mengatakan pihak perusahaan pemegang konsesi perkebunan juga tidak mendukung. Pihak perusahaan pemegang konsesi perkebunan tidak peduli sama sekali dengan upaya pengembalian kawanan gajah yang dilakukan Balai Besar KSDA Riau.

Ini kata Andre sangat menyulitkan Balai Besar KSDA Riau untuk mengarahkan kawanan gajah agar kembali ke habitatnya di Lubuk Kembang Bungo di kawasan Taman Nasional Teso-Nilo. Perusahaan pemegang konsesi hanya melindungi lahan mereka saja dengan berbagai cara.
Ia menyebutkan lahan perkebunan milik perusahaan pemegang konsesi yang berdekatan atau dilewati jalur penggiringan kawanan gajah untuk kembali ke TNTN seperti  lahan perkebunan PTPN V, lahan HTI dari perushaan seperti PT RPI dan PT Bintang.
“ Mereka tidak peduli apakah kawanan gajah itu akan kembali ke TNTN. Bagi mereka lahan konsesinya tidak dimasuki kawanan gajah. Cukup segitu,” kata Andre.
Saat ditanyakan apakah pihak Balai Besar KSDA Riau sudah berkoordinasi dengan Upika setempat. Menjawab ini Andre Hansen Siregar mengatakan koordinasi sudah berulangkali dilakukan petugas Balai Besar KSDA Riau. Baik dengan Camat Cerenti maupun Camat Peranap. Tapi katanya pihak perusahaan pemegang konsesi tetap saja belum mendukung.
“ Upaya pengembalian kawanan gajah ke TNTN tak akan berhasil jika tidak didukung warga dan perusahaan pemegang konsesi perkebunan,” tandas Andre Siregar.
Foto Ilustrasi

Berita Terkait

Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Plt Gubri Diminta Segera Sosialisasikan Koordinat Blok WPR di Kuansing
Kok Bisa, Kementrian Agama Jadi Sarang Koruptor
Perda MHA Antara Kebutuhan dan Kekhawatiran Masa Depan
DAS Kuantan Saat Ini Mengalami Degradasi Ekosistem
Konflik Persoalan Pemilik Kios Pasar Bawah Telukkuantan dan Pemda Kuansing, Berpotensi Berlarut-larut
PWI Kuantan Singingi Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis Saat Penertiban PETI di Cerenti
Pengadilan Negeri Telukkuantan Damaikan 8 Perkara Pidana Melalui Restorative Justice
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:25 WIB

Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:46 WIB

Plt Gubri Diminta Segera Sosialisasikan Koordinat Blok WPR di Kuansing

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:25 WIB

Kok Bisa, Kementrian Agama Jadi Sarang Koruptor

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:28 WIB

Perda MHA Antara Kebutuhan dan Kekhawatiran Masa Depan

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:29 WIB

DAS Kuantan Saat Ini Mengalami Degradasi Ekosistem

Berita Terbaru

Ilustrasi ( Foto Istockphoto)

NASIONAL

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal

Jumat, 13 Feb 2026 - 20:54 WIB

Toko emas dibakar (Foto kompas/dokumen warga)

NASIONAL

Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas

Kamis, 12 Feb 2026 - 19:17 WIB