Dari 5 Festival di Asia Tenggara yang Layak Dikunjungi Tidak Termasuk Festival Budaya Pacu Jalur

Selasa, 30 Juli 2019 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SALAM REDAKSI – Sebuah media yang selalu mempromosikan berbagai objek wisata di manca negara Loyal Hacker telah merilis 5 festival yang layak dikunjungi di Asia Tenggara. Sedih sekali, dari 5 festival itu tidak termasuk  festival budaya “pacu jalur”. Padahal kalau dicermati festival yang disajikan untuk dipromosikan masih jauh dibawah kemeriahan festival budaya pacu jalur. Malahan festival Bon Om Tuk di Kamboja yang mirip pacu jalur termasuk salah satunya.
Apakah masih mau membantah kalau selama ini pemerintah tidak bekerja terutama Dinas Pariwisata untuk mempromosikan pacu jalur. Padahal anggaran daerah yang selama ini telah dikuras untuk SPPD dan biaya lainnya terkait pacu jalur sudah tidak terhitung nilai miliarannya. Tapi apa yang telah mereka berikan untuk budaya yang menjadi kebanggan negeri Kuansing ini, semua omong kosong saja. Pacu jalur hanya dikunjungi warga Kuansing dari dalam dan luar daerah. Selebihnya pedagang yang datang menguras uang kita.
Inilah 5 Festival di Asia Tenggara yang dirilis Royal Hacker sebagai festival yang paling layak dikunjungi
Nyepi-Bali (Maret)    

Nyepi diperingati sebagai tahun baru dalam agama Hindu. “Festival” yang satu ini tidak ramai dan tidak dirayakan besar-besaran. Sebaliknya, di hari Nyepi, selama 24 jam penuh kita diajak untuk merefleksikan diri.
Namun tiga hari sebelum Nyepi,kita bisa menyaksikan tradisi Melasti, di mana penduduk Bali beragama Hindu akan memakai baju tradisional ke pantai, sungai, dan pemandian.
Di sana mereka akan melakukan ritual pembersihan dan penyucian obyek candi untuk mengembalikan tenaga spiritualnya.
Festival Songkran-Thailand (April)
Festival Songkran digelar di bulan April.  Festival ini hanya main siram-siraman air. Namun Festival Songkran merupakan salah satu festival di Asia Tenggara yang telah terkenal hingga ke seluruh dunia.
Selama tiga hari, hampir semua kota di Thailand akan basah dipenuhi dengan perang air. Setiap orang membawa pistol air, ember, dan bahkan gajah juga nggak jarang ikut menyemprotkan air.
Festival Songkran bertujuan untuk merayakan Tahun Baru Buddha sebagai simbol pembersihan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun berikutnya.
Biasanya, penduduk lokal akan mengenakan baju berwarna-warni untuk mendatangi festival ini. Tidak hanya di Thailand, Songkran juga bisa kamu temukan di Laos, Kamboja, dan Myanmar.
Festival Loi Krathong-Thailand (November)

Satu lagi festival di Asia Tenggara yang menarik jutaan turis internasional adalah Festival Loi Krathong. Festival ini hanya melepaskan lentera secara beramai-ramai ke udara. Namun festival ini jadi salah satu must visit terutama bagi para fotografer yang ingin mengabadikan pelepasan ribuan lentera ke langit.
Pelepasan lentera menyimbolkan bahwa kita mengirimkan kekhawatiran dan harapan-harapan kita ke langit. Biasanya, penduduk Thailand juga meletakkan foto-foto lama ke perahu, sebagai simbol bahwa mereka melepaskan memori tersebut dengan ikhlas.
Festival Thaipusam-Malaysia (Januari)

Festival Thaipusam di Malaysia merupakan salah satu yang paling ekstrem di Asia Tenggara. Festival ini diadakan untuk menghormati Dewa Perang Hindu dan anak Siwa-Parvarti, Lord Murugan.
Untuk akses terbaik, kamu bisa mengikuti prosesi ritual dari Kuala Lumpur ke Candi Batu Caves.
Salah satu bagian ekstrem festival ini bernama “kavadi attam”, di mana penduduk lokal akan menunjukkan persembahan pada Lord Murugan dengan menindik bagian tubuh mereka, berjalan di bara api, atau mengangkat persembahan berat, dan menaiki 272 anak tangga ke muka candi.
Bon Om Tuk-Kamboja atau Khmer Water Festival (November)

Bila kamu berlibur ke Kamboja, sempatkanlah untuk menyaksikan Bon Om Tuk atau Khmer Water Festival yang biasa diadakan di bulan November, nanti kamu akan terkejut.
Di sana kamu akan melihat serunya balapan perahu naga yang mirip pacu jalur. Festival ini digelar di Sungai Tonle Sap yang ternama. Di Phnom Penh, perayaan ini juga dimeriahkan dengan parade, pesta kembang api, dan ratusan jajanan pinggir jalan untuk memuaskan para turis.

Berita Terkait

Polisi dan Pelaku Kejahatan Lingkungan
APBD-P Kuansing 2025 Tanpa Alokasi TPP. Ini Sangat Keliru
Entitas Pemerintah Tidak Boleh Terjebak dalam Pembiaran Pelanggaran Hukum
“Derden Vezet” Hanya itu Langkah Hukum Pemkab Kuansing untuk Menolak Putusan Kasus Covid 19
Masalah Negeri Kuansing, Intrik Tidak Mungkin Bisa Membangun Demokrasi
Dugaan Pencemaran Limbah PKS PT SIM Dapat Digugat Melalui Jalur Hukum
Kematian Mengenaskan Pekerja Tambang Ilegal Bukan Sekedar Catatan Duka
Di Kuantan Singingi Nyaris Tak Ditemukan Lagi Harimau Sumatera, Kenapa
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Oktober 2025 - 15:18 WIB

Polisi dan Pelaku Kejahatan Lingkungan

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 16:03 WIB

APBD-P Kuansing 2025 Tanpa Alokasi TPP. Ini Sangat Keliru

Selasa, 29 Juli 2025 - 17:25 WIB

Entitas Pemerintah Tidak Boleh Terjebak dalam Pembiaran Pelanggaran Hukum

Rabu, 2 Juli 2025 - 20:39 WIB

“Derden Vezet” Hanya itu Langkah Hukum Pemkab Kuansing untuk Menolak Putusan Kasus Covid 19

Selasa, 10 Juni 2025 - 19:03 WIB

Masalah Negeri Kuansing, Intrik Tidak Mungkin Bisa Membangun Demokrasi

Berita Terbaru

Ilustrasi ( Foto Istockphoto)

NASIONAL

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal

Jumat, 13 Feb 2026 - 20:54 WIB

Toko emas dibakar (Foto kompas/dokumen warga)

NASIONAL

Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas

Kamis, 12 Feb 2026 - 19:17 WIB