Sungai Kuantan Memang Habitat Buaya, Warga Yang Perlu Berhati-hati

Selasa, 20 Agustus 2019 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Buaya Air Tawar (Crocodylus Porosus) yang sering muncul ke permukaan Sungai Kuantan di kawasan Desa Pulau Aro, Kecamatan Kuantan Tengah sejak beberapa pekan lalu sangat dikhawatirkan akan mencelakakan para pemacu jalur.
Pasalnya titik tempat buaya sering muncul ke permukaan sungai di kawasan Lubuk Betung, jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat persinggahan jalur yang akan menunggu giliran berpacu. Bahkan buaya juga sering muncul dan naik ke darat di kawasan Dusun Pering, Desa Pulau Aro.
Ini juga dibenarkan Mantan Kades Pulau Aro, Lihendri. Kepada KuansingKita, Ia mengatakan buaya itu sering muncul ke permukaan Sungai Kuantan di kawasan Lubuk Betung. Bahkan katanya pernah juga buaya naik ke darat di bawah pohon beringin Dusun Pering, Desa Pulau Aro.
Namun, seperti dikutip dari JPNN, Peneliti Buaya dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Hellen Kurniati mengatakan buaya memiliki sifat dasar “awareness” yang tinggi. Binatang ini sangat takut dengan keramaian manusia. Buaya akan menjauh jika mendengar hingar keramaian manusia.
“ Walaupun buaya binatang buas tapi sifat awareness”nya atau sifat penakutnya dengan keramaian manusia sangat tinggi,” kata Hellen
Karena itu tambah wanita peneliti LIPI ini untuk menangkap buaya secara beramai-ramai di siang hari akan lebih sulit dari malam hari.   Jika ingin menangkap buaya katanya harus malam hari, pencariannya pun tidak bisa satu malam. Bisa sampai 7 hari.

Sementara itu, Kepala Bidang KSDA Wilayah I Balai Besar KSDA Riau, Andri Hansen Siregar yang dihubungi KuansingKita malam ini mengatakan sejuah ini pihaknya belum mendapatkan informasi tentang penampakan buaya di sekitar gelanggang pacu jalur.
Ia menjelaskan tidak setiap perjumpaan buaya di Sungai Kuantan harus dievakuasi. Apalagi tambahnya sepanjang Sungai Kuantan memang habitat buaya, untuk itu warga yang perlu meningkatkan kewaspadaan dari ancaman serangan buaya.
Jika terjadi konflik buaya dan manusia atau ada kasus buaya, Andre Hansen Siregar menyarankan agar menghubungi Call Center 081374742981. Pusat pelayanan ini kata Andre Hansen aktif selama 24 jam. Buaya yang telah terlibat konflik dengan manusia akan dievakuasi.
Ditanya tentang sikap, “awareness” buaya yang selalu takut dengan keramaian manusia, Andre Hansen mengatakan buaya sering melakukan perubahan prilaku. Jika buaya itu sudah terbiasa dengan keramaian manusia, maka binatang ini tidak akan lari menjauh.
“ Buaya sering melakukan perubahan sikap atau perubahan prilaku. Jadi manusia yang perlu berhati-hati karena sungai memang habitat buaya,” katanya (kkc)
Foto utama Ilustrasi

Berita Terkait

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda
Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Plt Gubri Diminta Segera Sosialisasikan Koordinat Blok WPR di Kuansing
Kok Bisa, Kementrian Agama Jadi Sarang Koruptor
Perda MHA Antara Kebutuhan dan Kekhawatiran Masa Depan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:48 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:37 WIB

Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:56 WIB

Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:25 WIB

Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja

Berita Terbaru

Ilustrasi (Dok Warta Kota Tribune)

EDITORIAL

Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 11 Mar 2026 - 00:53 WIB

Deforestasi (Foto Antara)

EDITORIAL

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Senin, 9 Mar 2026 - 20:41 WIB