Hasil Swab Dua ODP asal Cerenti Dinyatakan Negatif

Sabtu, 9 Mei 2020 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Covid 19 (Foto istimewa)

Covid 19 (Foto istimewa)

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Dua ODP (Orang Dalam Pemantauan) asal Kecamatan Cerenti masing-masing Ny AY 52 tahun dan Ny A 62 tahun, hasil swabnya sudah keluar dan dinyatakan negatif.
Jubir Covid 19 Kuansing dr Amelia Nasrin dalam ketrangannya mengatakan hasil swab Ny AY dan Ny A asal Cerenti sudah keluar sejak Rabu (6/5/2020). “ Hasilnya dinyatakan negative,” kata Amelia.
Dua ODP asal Cerenti ini, Ny AY dan Ny A diambil swab tenggorokannya 23 April lalu. Kedua ODP ini diambil swab tenggorokan karena memiliki riwayat bersentuhan dengan pasien meninggal yang terkonfirmasi  positif corona.
Syukur alhamdulillah, hasil swab Ny AY dan Ny A dinyatakan negatif. Artinya sampai hari ini belum ada pasien terkonfirmasi positif corona di Kuansing. Bahkan hasil swab yang keluar setelah Ny AY dan Ny A juga dinyatakan negative.
Hasil swab DD, 45 tahun asal Kuantan Tengah yang meninggal dunia Kamis  (7/5/2020) sekitar pukul 8.50 wib juga sudah keluar, hasilnya negative. Swab tenggorokan DD diperiksa melalui tes PCR (Polymerase Chain Reaction) di RS Arifin Ahmad Pekanbaru.
Saat dirawat di RSUD Telukkuantan, DD didiagnosa mengalami Sepsis ec.pneumonia atau infeksi paru-paru dengan efusi pleura minimal atau penumpukan cairan. Selain itu, anemia gravis atau atau istilah lain kekurangan darah yang ditandai dengan menurunnya kadar Hb di bawah 8 g/dL.
Hasil Swab IHF 15 tahun asal Kuantan Mudik juga sudah keluar dan dinyatakan negatif. IHF ditetapkan sebagai PDP hanya karena mengalami ISPA ringan. Namun demikian, IHF memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit. IHF santri dari sebuah pesantren di Jawa Tengah.
Swab lainnya yang sudah keluar atas nama Ny E, 63 tahun asal Gunung Toar. Hasil swab Ny E juga dinyatakan negatif. Ny E hanya berapa jam saja dirawat di RSUD Telukkuantan, masuk Selasa (5/5/2020) sekitar pukul 21.30 wib meninggal dunia Rabu sekitar pukul 6.00 wib.
Saat masuk RSUD Telukkuantan, Ny E didagnosa menderita sepsis ec pneumonia atau infeksi paru-paru. CHF (Congestif Heart Failure) atau gagal jantung kongestif dengan NYHA 3-4. Ny E juga suspect CKD ( Chronic Kidney Desease) atau suspect gagal ginjal kronis.
“Ny E tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit dan riwayat kontak dengan pasien positif,” kata dr Amelia (smh)

Berita Terkait

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda
Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:48 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:37 WIB

Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto Visi.news)

EDITORIAL

Isu Seputar Wabup Kuansing dan Sengketa Pemberitaan

Senin, 30 Mar 2026 - 11:41 WIB