Baru Saja Dirazia, Peti Marak Lagi di Gunung Kesiangan

Senin, 11 Mei 2020 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas PETI di Gungung Kesiangan (Foto istimewa)

Aktivitas PETI di Gungung Kesiangan (Foto istimewa)

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Aktivitas illegal minning atau penambangan tanpa izin (PETI) di kawasan Desa Gunung Kesiangan, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi kini marak lagi.
Padahal beberapa hari lalu, aktivitas yang sangat merusak lingkungan ini sudah dilakukan penertiban oleh aparat kepolisian. Nyatanya selang beberapa hari saja, aktivitas PETI di kawasan itu marak lagi seprti semula.
Kondisi ini tentu mengundang pertanyaan, apakah para penambang yang tidak takut dengan hukum atau memang ada kongkalingkong di balik ini. Soalnya dalam operasi penertiban beberapa hari lalu, sejumlah rakit penambang ikut dibakar.
Anggota DPRD Kuansing, Gusmir Indra kepada KuansingKita mengatakan dirinya mendapatkan informasi PETI marak lagi di Gunung Kesiangan. Ia mengaku sangat prihatin. Pasalnya  PETI di Gunung Kesiangan itu telah merusak areal persawahan petani.
Video aktivitas PETI di Gunung Kesiangan setelah Kades mengeluarkan pernyataan PETI sudah diusir.(video kiriman Gumsir Indra)
Karena itu katanya, ketika pertama kali mendapatkan informasi dari masyarakat, informasi itu langsung disebarkannya kepada pejabat terkait. Tujuannya agar aktivitas PETI di Gunung Kesiangan segera dihentikan dan pelakunya segera ditindak.
“ Chat yang saya terima dari masyarakat itu saya kirimkan ke Satpol PP termasuk ke Camat Benai agar mereka bisa bersikap. Syukur polisi langsung bertindak,” kata Gusmir Indra
Kini sesal anggota DPRD Kuansing dari Partai Gerindra itu, aktivitas penambangan emas illegal marak kembali di Gunung Kesiangan, padahal baru saja dirazia. ” Baru dirazia marak lagi. Inilah yang disesalkan,” kata pria yang akrab disapa Indrako ini
Karena itu pula Ia berjanji akan menelusuri kenapa pelaku PETI di Gunung Kesiangan itu begitu berani, seakan tidak takut dengan hukum. Padahal mereka bukan saja melakukan aktivitas ilegal tapi aktivitas mereka itu sudah merusak areal persawahan petani.
” Kenapa mereka begitu berani, apakah ada pihak yang membeking mereka, Inilah yang akan kita telusuri,” tegas Gusmir Indra
Kendati begitu, Owner Toserba Indrako ini mengaku juga berpuas diri. Pasalnya tokoh pemuda dan mahasiswa di Kecamatan Benai sangat menolak aktivitas PETI di negeri mereka. “ Saya sering komunikasi dengan pemuda dan adik2 mahasiswa dari Benai, mereka sangat menolak,” pungkas Gusmir Indra (smh)

Berita Terkait

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda
Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Plt Gubri Diminta Segera Sosialisasikan Koordinat Blok WPR di Kuansing
Kok Bisa, Kementrian Agama Jadi Sarang Koruptor
Perda MHA Antara Kebutuhan dan Kekhawatiran Masa Depan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:48 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:37 WIB

Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:56 WIB

Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:25 WIB

Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja

Berita Terbaru

Ilustrasi (Dok Warta Kota Tribune)

EDITORIAL

Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 11 Mar 2026 - 00:53 WIB

Deforestasi (Foto Antara)

EDITORIAL

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Senin, 9 Mar 2026 - 20:41 WIB