Relawan Pilkada Jujur (RPJ) Bakal Perangi Berbagai Pelanggaran Dalam Pilkada Kuansing

Rabu, 2 September 2020 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Relawan Pilkada Jujur  siap perangi pelanggaran dalam Pilkada Kuansing (Foto dok RPJ)

Relawan Pilkada Jujur siap perangi pelanggaran dalam Pilkada Kuansing (Foto dok RPJ)

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Berbagai bentuk pelanggaran seperti kegiatan black campaign,  money politic atau politik uang, keterlibatan ASN, Isu SARA serta ujaran kebencian di tengah proses Pilkada Kuansing dikhawatirkan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Untuk itu, mahasiswa beserta pemuda Kuansing merasa terpanggil untuk membentuk Relawan Pilkada Jujur (RPJ). Relawan Pilkada Jujur akan turun mengawal proses Pilkada agar pelaksanaan pesta demokrasi ini tidak menyimpang dari peraturan perundang-undangan yang mencerminkan nilai-nilai demokrasi.
Ketua Umum RPJ, Boy Nopri Yalko Alkaren mengatakan RPJ adalah pemantau pemilu yang independen. RPJ tidak berafiliasi kepada salah satu partai politik ataupun calon. Karena itu tegas Boy Alkaren dalam menjalankan fungsi pengawasan RPJ tidak akan tebang pilih.
Sebelum menjalankan fungsi pengawasan, Boy Alkaren mengaku sudah mulai mengidentifikasi nama-nama oknum kepala desa yang secara terang-terangan ikut mendukung salah satu calon. Untuk itu, Ia berharap Bawaslu bersikap tegas menyikapi keterlibatan oknum kepala desa ini.

Dalam menjalan fungsi pengawasan Boy menyebutkan selain mengawasi kandidat serta tim pemenangan dari masing-masing kontestan, RPJ juga akan mengawasi kinerja lembaga penyelanggara sert lembaga pengawas pemilu. Pengawasan ini diperlukan untuk menghindari konflik antar kubu kontestan.
Presiden Mahasiswa Universitas Islam Kuantan Singingi ini meyakini jika KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu bekerja menyimpang dari peraturan perundang-undangan dan Bawaslu sebagai badan pengawas tidak mampu melaksanakan tugasnya, maka potensi terjadi konflik terbuka lebar.
Sementara itu Sekretaris RPJ yang juga Presiden Mahasiswa BEMU REMA UPI YPTK Padang, Gusri Fauzi menjanjikan RPJ akan menggelar kampanye pemilu jujur kepada masyarakat. Di sana nantinya akan disampaikan secara rinci dampak dari black campaign serta dampak buruk dari politik uang.
Black campaign dan politik uang adalah aib dalam pemilu yang menodai kesucian nilai demokrasi. Ini tidak boleh terjadi dalam Pilkada Kuansing,” tutup Gusri Fauzi (rls/smh)

Berita Terkait

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan
Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang
Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 16:13 WIB

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan

Rabu, 22 April 2026 - 18:12 WIB

Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:19 WIB

Mengapresiasi karya Puisi

Berita Terbaru