Buaya Menyerang Warga di Sungai Kuantan, Siapa yang Harus Dipersalahkan

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Buaya (crocodylus porosus) dan sungai memiliki hubungan yang erat, di mana sungai merupakan salah satu habitat alami buaya. Namun di Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, predator air yang buas ini populasinya sepertinya meningkat tajam
Buktinya, hampir setiap hari di sepanjang aliran Sungai Kuantan, buaya muncul ke permukaan. Hewan air yang buas ini naik ke darat lalu tunak tanpa bergerak hingga bebeberapa jam. Padahal di masa lalu, sangat jarang melihat buaya muncul ke permukaan di sepanjang aliran Sungai Kuantan
Dari berbagai catatan yang dirangkum KuansingKita, beberapa tahun lalu, di pinggir Sungai Kuantan di kawasan Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, buaya setiap hari naik ke darat lalu berjemur di hamparan pasir. Warga memberinya makan. Sekalipun predator ini tampak jinak, namun tak ada arga yang berani mendekatinya
Saking jinaknya buaya di Sungai Alah ini, warga cukup memanggilnya dengan panggilan “Puteri” jika buaya ini tidak terlihat di hamparan pasir. Tak lama, buaya itu naik ke darat, berjemur di hamparan pasir lalu warga memberinya makan. Hampir setiap sore warga memanggil buaya ini naik ke darat
Namun demikian, banyak juga buaya yang muncul ke permukaan memperlihatkan sifat aslinya sebagai hewan buas. Dua pekan lampau, seorang warga di kawasan Desa Bukit Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik diserang buaya. Akibatnya warga ini mengalami luka cakar di bagian kaki
Peristiwa ini terjadi saat seorang warga memancing ikan di Sungai Kuantan. Dalam keheningan tanpa disadarinya seekor buaya mendekat lalu mencakar kakinya. Warga ini menjerit minta pertolongan. Namun cakaran buaya membuat bagian kakinya terluka
“ Korban bernama Diman,” kata Kades Bukit Pedusunan, Basuryata saat dihubungi KuansingKita

Memang dalam beberapa hari ini, buaya selalu muncul ke permukaan di kawasan arena pacu jalur Tepian Saidina Ali, Lubukjambi, Kecamatan Kantan Mudik. Buaya naik ke darat bagian pinggiran sungai lalu tunak tanpa bergerak hingga beberapa jam. Penampakan buaya ini membuat warga yang beraktivitas di Sungai Kuantan merasa cemas
Tahun 2019 lalu, seorang pria, Maswir (68 ), warga Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti , Kabupaten Kuantan Singingi diterkam buaya saat mandi subuh di Sungai Kuantan. Akibatnya pria lanjut usia ini mengalami luka gigitan buaya di bagian kaki kiri. Buaya yang menyerang lansia ini berukuran sekitar 1,5 meter
Dua tahun lalu, tepatnya Februari 2023, buaya berukuran panjang sekitar 2 meter menyerang warga yang sedang mandi malam sekitar pukul 19.00 WIB di Sungai Kuantan di kawasan Desa Teluk Pauh, Kecamatan Cerenti. Pria bernama Ahmad ini mengalami luka dan dilarikan ke Puskesmas Cerenti.
Pada musim banjir 2018 lalu, lima ekor buaya terjebak dalam saluran sekunder irigasi di kawasan Desa Talanotam, Kecamatan Benai. Seekor dari lima hewan air yang buas ini berhasil ditangkap warga lalu dievakuasi BKSDA Riau. Sementara empat lainnya masih berkeliaran di areal persawahan petani
Tingginya populasi buaya di aliran Sungai Kuantan seharusnya sudah menjadi prioritas bagi KSDA Riau untuk melakukan upaya evakuasi. Buaya-buaya di Sungai Kuantan ini dipindahkan ke habitat lain sehingga hewan yang dilindungi ini tidak terancam punah. Namun sejuah ini belum terlihat upaya BKSDA Riau untuk melakukan evakuasi
Kenapa buaya kini sering terlihat muncul di permukaan Sungai Kuantan. Ini tidak terlepas dari aktivitas manusia yang merusak habitat hewan air yang buas ini. Aktivitas manusia itu seperti aktivitas penambangan illegal di badan sungai. Mesin dompeng yang hingar serta pengerukan di areal habitat buaya
Akibatnya predator air yang buas ini berkeliaran di sepanjang Sungai Kuantan. Sesekali hewan air ini mucul ke permukaan. Dalam kondisi lapar mereka berjemur di pinggir sungai. Ini pula yang menjadi penyebab terjadinya serangan buaya terhadap manusia. Kalau sudah begini,  siapa pihak yang akan dipersalahkan (smh)
FOTO Amatir

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...