Kesal dengan Kabut Asap, Direktur Formasi Riau Minta Gubri Syamsuar Berkantor di Pelalawan

Selasa, 27 Agustus 2019 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr Muhammad Nurul Huda,SH,MH
TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Direktur Formasi (Forum Masyarakat Bersih) Riau, Dr Muhammad Nurul Huda, SH,MH mengungkapkan kekesalannya dengan cara meminta Gubernur Riau Syamsuar agar berkantor di Pelalawan. Alasannya, di Pelalawan Karhutla tak kunjung padam
Kepada KuansingKita, Dr Muhammad Nurul Huda menyampaikan beberapa ultimatum diantaranya jika Gubernur Riau Syamsuar tidak mampu menghilangkan kabut asap secepatnya, maka disarankan agar Syamsuar mengundurkan diri sebagai Gubernur Riau.
Nurul Huda tidak menjelaskan apakah Formasi Riau sudah menyurati Gubernur Syamsuar terkait kabut asap ini. Ia hanya mengatakan bahwa di Riau sudah ada korban jiwa diduga karena kabut asap. Untuk itu, Ia mempertanyakan apa tindakan taktis gubernur untuk menghilangkan kabut asap secepatnya di Riau.
Seperti dilansir Republika Online, seorang warga Pekanbaru, Helmy Oemar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Rimbo Panjang, tepatnya di perbatasan Kampar dan Pekanbaru. Kuat dugaan kondisi kesehatannya memburuk setelah terpapar polusi asap kebakaran hutan dan lahan.
Korban meninggal dunia Ahad (25/8/2019) sekitar pukul 09.00 wib di Rimbo Panjang yaitu kawasan yang selalu menjadi langganan kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan asap pekat. Berdasarkan data Satgas Karhutla prodses pemdaman kebakaran lahan di sana sudah memasuki pekan kedua.

Selain menyesalkan Gubernur Riau Syamsuar, Direktur Formasi Riau Dr Muhammad Nurul Huda juga menyesalkan pihak korporasi. Soalnya pihak perusahaan inilah yang membuka lahan gambut untuk perkebunan sawit dan HTI di Riau sehingga mudah terbakar.
Sementara itu, media lokal Riau, Selasar Riau melaporkan Minggu (25/8/2019) kualitas udara di Pekanbaru masuk dalam status tidak sehat dengan ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) sudah menggapai angka 182,69 ugram/m3.
Bahkan Senin (26/8/2019), sejumlah sekolah mengurangi jam belajar mengajar, salah satunya TK Islam Akramunnad. Pasalnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dikhawatirkan dapat berdampak buruk terhadap anak-anak.
“ Gubernur Riau Syamsuar harus mampu menghilangkan kabut asap secepatnya. Jika tidak, disarankan agar Syamsuar mengundurkan diri sebagai Geburnur Riau” kata Dr Muhammad Nurul Huda (kkc)

Berita Terkait

Dr Elviriadi dan Rocky Gerung Didaulat sebagai Narasumber dalam Seminar Nasional di Grand Elite Hotel Pekanbaru Sabtu Nanti
Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar Lantik Pengurus PWI Rohul 2024–2027. Perkuat Narasi Pembangunan Daerah
Jalan di Pekanbaru dan Dumai Kembali Mulus, Warga dan Walikota Berterima Kasih pada Pj Gubrei
Pria di Bengkalis yang Kalungkan Bendera Merah Putih di Leher Anjing Ternyata Asal Penjaringan Jakarta
Wartawan Riau dari Ampel ke Gunung Jati
Kalah Terus Judi Online, Pegawai Bank RiuKepri Curi Uang Nasabah Rp 5 Miliar Lebih
Pegawai Bank RiauKepri Curi Uang Nasabah Rp 5 Miliar Lebih, Kredibiltas Bank Ini Terancam Ambruk
PWI Riau Desak Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Wartawan PWI di Meranti
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:19 WIB

Dr Elviriadi dan Rocky Gerung Didaulat sebagai Narasumber dalam Seminar Nasional di Grand Elite Hotel Pekanbaru Sabtu Nanti

Selasa, 5 Agustus 2025 - 21:03 WIB

Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar Lantik Pengurus PWI Rohul 2024–2027. Perkuat Narasi Pembangunan Daerah

Jumat, 5 Juli 2024 - 16:05 WIB

Jalan di Pekanbaru dan Dumai Kembali Mulus, Warga dan Walikota Berterima Kasih pada Pj Gubrei

Jumat, 11 Agustus 2023 - 09:51 WIB

Pria di Bengkalis yang Kalungkan Bendera Merah Putih di Leher Anjing Ternyata Asal Penjaringan Jakarta

Kamis, 8 Desember 2022 - 12:53 WIB

Wartawan Riau dari Ampel ke Gunung Jati

Berita Terbaru

KUANSING

Kok Bisa, Kementrian Agama Jadi Sarang Koruptor

Jumat, 30 Jan 2026 - 10:25 WIB

KUANSING

Perda MHA Antara Kebutuhan dan Kekhawatiran Masa Depan

Kamis, 29 Jan 2026 - 15:28 WIB