TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Tingkat tekanan (stress) mahasiswi Universitas Riau (Unri) lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat tekanan mahasiswa. Hal ini antara lain disebabkan karena perempuan punya perhatian lebih terhadap sesuatu dan memiliki perasaan yang lebih perasa dibandingkan dengan laki-laki.
Kesimpulan ini disampaikan dalam penelitian Aura Madani Fenika, (21), mahasiswi tingkat sarjana (S1) Jurusan Psikologi, Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), terhadap seluruh mahasiswa S1 Universitas Riau (Unri).
Kepada KuansingKita wanita asal Desa Pulau Aro, Telukkuantan ini mengungkapkan mahasiswa cenderung tidak peduli atau cuek terhadap masalah-masalah kecil yang dihadapi. Padahal, perilaku belajar dan dukungan sosial mahasiswi justru lebih baik dibandingkan mahasiswa.
Ia menjelaskan perilaku belajar itu antara lain kebiasaan mengikuti pelajaran, membaca buku, kunjungan ke perpustakaan, dan menghadapi ujian. Sedangkan dukungan (sokongan) sosial itu berasal dari teman-teman, orangtua, dosen, pembimbing dan masyarakat.
Penelitian yang dilakukan Februari 2019 itu berjudul ‘’Pengaruh Sokongan Sosial dan Tingkah Laku Belajar terhadap Tekanan dalam Kalangan Pelajar Universitas Riau’’. Peneitian ini mengambil populasi seluruh mahasiswa S1 Unri dari semua fakultas yang berjumlah 28.722 orang.
Dengan metode Slovin diambil sampel 395 orang yang dipilih secara proporsional. Hasil penelitian ini mengantarkan Aura untuk menyelesaikan pendidikannya di UKM Malaysia. ‘’Setelah melakukan internship selama dua bulan, Insya Allah, pada 4 November nanti saya diwisuda,’’ ujarnya
Lebih jauh putri pertama anggota Dewan Pendidikan Provinsi Riau yang juga mantan anggota DPRD Riau dan mantan wartawan Gatra, Fendri Jaswir menjelaskan, ada lima tingkat tekanan (stress) yakni tekanan normal, ringan, sedang, berat dan sangat berat.












