
TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Pakar Lingkungan Hidup, Dr Elviriadi akan menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Kehutanan dan Lingkungan yang akan digelar di Ballrom Grand Elite Hotel, Pekanbaru Sabtu 31 Januari 2026
Seminar yang akan mengupas dilema kebijakan kehutanan, kerusakan lingkungan dan masa depan bumi ini juga menghadirkan narasumber lain seperti Rocky Gerung yang dikenal sebagai pemikir kritis dan selalu mengagungkan akal sehat
Selain itu, akan hadir juga sebagai narasumber Sekjen Kementrian Kehutanan RI, Dr Mahfudz, Kapolda Riau, Irjen Pol Hery Herjawan serta Pj Gubernur Riau S.F Haryanto. Mereka akan mengupas permasalahan sesuai otoritas masing-masing
Kepada KuansingKita Dr Elviriadi yang juga Staf Ahli DPP Perkumpulan Profesi Paralegal Nasional (P3N) CCI Wilayah I (Indonesia Bagian Barat) ini mengatakan dirinya akan mempertegas dilema kebijakan kehutanan di negeri ini
Dilema kebijakan kehutanan memang harus didedahkan secara terang benderang agar ditemukan solusi yang tepat. Begitu juga dengan kerusakan lingkungan yang mengancam masa depan bumi sebagai tempat tinggal bagi jutaan mahluk hidup termasuk manusia
Dilema kebijakan kehutanan yang disorot Dr Elviriadi adalah deforestasi. Kepada KuansingKita, Ia mengatakan hutan sudah gundul. Pernyataan ini seakan mengisyaratkan bencana yang tengah mengancam
Dari berbagai catatan yang dihimpun KuansingKita, sedikitnya 5 bencana yang mengancam akibat deforestasi. Lima bencana itu yakni banjir bandang, longsor, kebakaran hutan dan kabut asap, kekeringan ekstrem dan krisis pangan.

Seperti diketahui, hutan bukan sekadar kumpulan pohon yang berdiri rapat di atas tanah. Hutan memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan lingkungan, mulai dari mengatur aliran air hingga menjaga kualitas tanah dan udara.
Hutan adalah penjaga kehidupan, pengatur alam, dan pelindung bumi. Hutan menghasilkan oksigen, menyerap polusi, menjaga iklim tetap stabil, mengatur air tanah, hingga mencegah banjir dan longsor.
Tak hanya untuk manusia, hutan juga jadi rumah bagi jutaan spesies hewan dan tumbuhan. Hutan adalah sistem biologis dan fisik yang kompleks, di dalamnya terdapat bermacam-macam interaksi dan saling ketergantungan antara bagian-bagian yang berbeda.
Karena itu pula ketika deforestasi terjadi secara masif, keseimbangan ini terganggu dan memunculkan berbagai masalah yang pada akhirnya berdampak langsung pada kehidupan manusia. Inilah alasan mengapa isu hilangnya hutan tidak bisa dianggap sepele.
Bahkan lebih jauh dari itu, Dr Elviriadi meyakini hutan merupakan sumber utama dari seluruh pelajaran dan studi mengenai lingkungan hidup. “ Hutan itu merupakan ilmu lingkungan hidup murni,” kata Dr Elviriadi seperti yang dipublikasikan sejumlah media massa.
Pernyataan ini disampaikan Dr Elviriadi saat menanggapi dalil keberatan Kuasa Hukum PT Chevron Pacific Indonesia dalam persidangan kasus lingkungan hidup terkait pemulihan pencemaran di Blok Rokan, beberapa tahun lalu.
Dr Elviriadi memang sering menjadi saksi ahli dalam persidangan kasus lingkungan hidup. Semoga saja, dalam seminar nasional nanti, tokoh Muhammadiyah ini mendedahkan berbagai kondisi kerusakan lingkungan di Bumi Riau (smh)













