Mempertanyakan Nasib Bangunan Pasar Atas yang Terbengkalai

Jumat, 3 Februari 2017 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita.com) – Pembangunan “Pasar Atas” Telukkuantan sudah lama sekali terbengkalai. Mulai dari dua priode kepemimpinan H.Sukarmis hingga masuk ke era Mursini-Halim, belum juga terlihat tanda-tanda bangunan pasar yang bersejarah ini akan dibangun.

Buruknya, lokasi pasar ini terletak di depan sejumlah warung kopi. Sehingga tak heran bangunan pasar yang sudah ditutupi semak ini selalu menjadi bahan pembicaraan pegunjung warung kopi. Diantaranya ada yang mencerca, tapi semuanya selalu menuding pemerintah yang menjadi biang masalah.

Berbagai kesalahan pemerintah selalu menjadi bahan pergunjingan. Misalnya pemerintah dinilai tidak malu melihat kondisi kota Telukkuantan dipenuhi semak. Semak di tengah kota ini sudah merusak keindahan kota. Apalagi disampingnya ada bangunan taman yang indah.

Maklum saja kata-kata seperti itu terlontar karena bangunan itu memang sudah ditutupi semak belukar. Bahkan semak yang tumbuh di bangunan yang terbengkalai itu sudah menjalar tinggi melebihi tiang bangunan. Belum lagi dinding bangunan yang juga mulai ditutupi semak.

Selain sesalan seperti itu, ada juga yang menyesalkan pemerintah karena tidak mau mencarikan jalan keluar dari masalah yang ada. Padahal bangunan yang terbengkalai ini sangat didambakan pemilknya sebagai tempat usaha.  Tidak itu, saja bangunan “Pasar Atas” ini disebut-sebut memiliki nilai sejarah. Nyatanya kini pemerintah membiarkan bangunan itu terbengkalai begitu saja.

Bangunan “Pasar Atas” Telukkuantan ini memang miliki nilai sejarah. Ketika agresi Belanda paska kemerdekaan, banyak kota di Indonesia yang menerapkan strategi “bumi hangus”. Artinya kota-kota itu dibakar agar kolonial Belanda tidak masuk ke dalam kota.

Pasar Telukkuantan terutama los pasar yang kini sudah dijadikan taman juga ikut jadi objek “bumi hangus”. Ini merupakan bukti dari perjuangan rakyat Kuantan Singingi melawan kaum penjajah.

Namun kini bukti sejarah itu sudah punah dan sudah dijadikan taman. Kini bangunan “Pasar Atas” yang juga menjadi bukti sejarah, tampaknya juga akan punah dan entah akan dijadikan apa nantinya, walahualambissawab. (Said Mustafa Husin)

foto kkc

 

Berita Terkait

Gesekkan Kelamin ke Paha Penumpang Wanita, Pria 45 Tahun Diamankan Petugas
Presiden Jokowi Ingatkan Jangan Ada Penegak Hukum “Back UP” Mafia Tanah. Ini Peluang Masyarakat untuk Kasus Duta Palma
Empat Perempuan Kuantan Mudik Penggiat Ekonomi Kreatif Ikuti Trainer IHATEC di Pekanbaru
Tips Cara Menyimpan Cabai Merah agar Tidak Cepat Busuk
Akui Khilaf, Isu Perselingkuhan Ayus dan Nisya Sabyan Semakin Terang
Aksi Mogok Buruh PT TBS yang Dilakukan Berulangkali, Tampaknya Akan Segera Berakhir
Ketua PWI Riau Bicara Tentang Wartawan
Hadiri HPN Provinsi Riau, Pengurus PWI Kuansing Berangkat Senin Besok
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Juli 2022 - 07:37 WIB

Gesekkan Kelamin ke Paha Penumpang Wanita, Pria 45 Tahun Diamankan Petugas

Rabu, 22 September 2021 - 17:07 WIB

Presiden Jokowi Ingatkan Jangan Ada Penegak Hukum “Back UP” Mafia Tanah. Ini Peluang Masyarakat untuk Kasus Duta Palma

Senin, 6 September 2021 - 14:56 WIB

Empat Perempuan Kuantan Mudik Penggiat Ekonomi Kreatif Ikuti Trainer IHATEC di Pekanbaru

Senin, 10 Mei 2021 - 13:26 WIB

Tips Cara Menyimpan Cabai Merah agar Tidak Cepat Busuk

Selasa, 23 Februari 2021 - 08:51 WIB

Akui Khilaf, Isu Perselingkuhan Ayus dan Nisya Sabyan Semakin Terang

Berita Terbaru

Ilustrasi (Dok Warta Kota Tribune)

EDITORIAL

Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 11 Mar 2026 - 00:53 WIB

Deforestasi (Foto Antara)

EDITORIAL

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Senin, 9 Mar 2026 - 20:41 WIB