Putra Kuansing, Prof Dr Maswadi Rauf Guru Besar Ilmu Politik UI

Minggu, 12 Maret 2017 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh KuansingKita.com pada Ahad (12/3/2017) ini adalah Prof Dr Maswadi Rauf. Beliau adalah guru besar ilmu politik Universitas Indonesia (UI). Prof Dr Maswadi Rauf dikenal sebagai pakar ilmu politik yang sangat sederhana tapi penuh gagasan besar dan berani.
Maswadi Rauf adalah putra sulung H.Abdoerauf. Prof Maswadi lahir di Desa Koto Telukkuantan, 15 Februari 1946. Sekolah Rakyat (sekarang SD) hingga SMP diselesaikan di Telukkuantan. Maswadi juga pernah bersekolah di SMA Negeri Rengat. Kemudian kuliah di UI dan Georgetown University,USA.
Gelar Doctor diraihnya di FISIP UI pada 1981 dengan Thesis “ Political Comunication and Political Partition in Bali”. Karya ilmia Maswadi Rauf sudah banyak dipublikasikan seperti Indonesia dan Komunikasi Politik , Gramedia, Jakarta, 1993, Co-Editor bersama Mappa Nasrun.
Selain itu ada juga karya Maswadi Rauf yang sudah dipublikasikan diantaranya Perkembangan Ilmu Politik di Indonesia, Ghalia, Jakarta, 1983, bersama Prof Miriam Budiarjo yang pernah menjadi Dekan FISIP UI 1979.
Kemudian, karya lainnya hasil penelitian Maswadi Rauf mengenai Pemuda dan Pemilu saat menjadi peneliti di LIPI, 1992-1993. Karya Maswadi yang sering dijadikan referensi yakni Konsensus dan Konflik Politik, Sebuah Perjalanan Teoritis tahun 2000.
Sejak 25 tahun lalu, ketika negeri ini masih dipimpin rezim otoriter Orde Baru, Prof Maswadi Rauf sudah melempar gagasan berani. Menurut Maswadi untuk menciptakan Indonesia menjadi lebih baik  perlu adanya partisipasi politik masyarakat.
Gagasan Maswadi secara tidak langsung banyak mendorong percepatan demokratisasi di negeri ini. Tahun 1997 ketika negeri ini dilanda gejolak politik dan krisis ekonomi, muncul keinginan menunda pemilu, Maswadi Rauf termasuk orang yang mendorong agar pemilu terlaksana.
“ Mungkin ada orang menganggap jika pemilu dilaksanakan tidak akan demokratis, tetapi lebih tidak demokratis lagi kalau pemilu ditunda,” kata Maswadi bersikeras kala itu.
Di era rezim orde baru, di saat mulut orang-orang terkunci, Prof Maswadi berani melontarkan kritikan kepada DPR dan MPR. Pada 1990-an, Maswadi sudah mengkritik sikap para legislator yang tak berani bersikap berbeda dengan eksekutif, kurang kritis, dan kurang aktif mengajukan usul ke pemerintah.
Kini, setelah bangsa ini memasuki era reformasi, gagasan-gagasan Maswadi Rauf itu sudah banyak yang menjadi kenyataan. Namun, banyak juga yang belum tapi sudah terekam menjadi cita-cita banyak orang di negeri ini.
Itulah Prof Dr Maswadi Rauf, putra Kuansing yang kini menjadi guru besar Ilmu Politik UI. (Dikutip dari berbagai sumber)

Berita Terkait

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda
Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Plt Gubri Diminta Segera Sosialisasikan Koordinat Blok WPR di Kuansing
Kok Bisa, Kementrian Agama Jadi Sarang Koruptor
Perda MHA Antara Kebutuhan dan Kekhawatiran Masa Depan
DAS Kuantan Saat Ini Mengalami Degradasi Ekosistem
Konflik Persoalan Pemilik Kios Pasar Bawah Telukkuantan dan Pemda Kuansing, Berpotensi Berlarut-larut
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:56 WIB

Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:25 WIB

Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:46 WIB

Plt Gubri Diminta Segera Sosialisasikan Koordinat Blok WPR di Kuansing

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:25 WIB

Kok Bisa, Kementrian Agama Jadi Sarang Koruptor

Berita Terbaru

Deforestasi (Foto Antara)

EDITORIAL

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Senin, 9 Mar 2026 - 20:41 WIB

Sampah di Lubukjambi (Dok Ranah Riau)

EDITORIAL

Sampah dan Sumpah Serapah

Sabtu, 7 Mar 2026 - 22:24 WIB