Aksi Unjuk Rasa Guru Ditunda Hingga APBD 2017 Disahkan

Senin, 13 Maret 2017 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(foto istimewa)

(foto istimewa)

TELUKKUANTAN (KuansingKita.com) – Forum Komunikasi Guru dan Insan Pendidikan (Forkogip) Kuantan Singingi telah memutuskan untuk menunda aksi 153 yang rencananya akan digelar selama tiga hari mulai Rabu 15 maret mendatang.

Keputusan menunda aksi 153 itu merupakan keputusan rapat internal Forkogip yang digelar Senin (13/3). Keputusan ini disampaikan Ketua Forkogip yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kuantan Singingi, Ahdanan Saleh.

Penundaan aksi ini telah dipublikasikan di media sosial dengan mencantumkan nama Ahdanan Saleh sebagai Ketua Forkogip.  Dalam publikasi itu batas waktu penundaan juga disebutkan hingga APBD 2017 disahkan.

Sebelum keputusan ini, aksi mogok para guru itu memang sangat santer beredar di ruang publik. Berbagai silang pendapat bermunculan dalam menanggapi rencana aksi mogok para guru. Bakan KuansingKita.com menempatkannya sebagai topik salam redaksi.

Memang banyak pihak yang menentang aksi mogok para guru. Pasalnya aksi mogok itu jelas sekali akan mengorbankan murid atau siswa. Padahal murid atau siswa tidak terkait sama sekali dengan permasalahan yang dihadapi guru.

Selain itu pihak yang menyesalkan juga mempertanyakan tujuan dari aksi 153. Pasalnya setiap aksi unjuk rasa tentu ada sesuatu yang ingin diicapai atau diperjuangkan.

Kalau aksi 153 hanya untuk meminta Pemkab melunasi dana TPG hari itu juga tentulah tidak mungkin karena APBD belum disahkan. Pelunasan tentu baru bisa dilakukan setelah APBD disahkan.

Namun demikian, tidak sedikit pula pihak yang mendorong agar aksi para guru itu tetap dilaksanakan. Mereka beralasan ingin memberitahukan kepada publik bawa ada permasalahan dana sertifikasi di Pemkab Kuansing.

Dorongan seperti ini tentulah sangat tidak tepat dan tidak berdasar lagi. Pasalnya dalam aksi unjuk rasa 11 Januari dulu, para guru sudah mempublikasikan permasalahan ini ke ruang nasional melalui TVone.

Namun demikian, silang pendapat di media sosial terus saja berlangsung terkait keputusan penundaan aksi ini. Misalnya di wall facebooker Syapriadi Mhd Zein, silang pendapat justeru didominasi oleh facebooker yang tidak ingin aksi itu ditunda. (kkc)

 

Berita Terkait

Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity
Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix
Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit
Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities
Tak Cukup dengan Pergub, Pendidikan Gratis Perlu Diperkuat dengan Perda
Kelompok Literasi Simpul Pena dari SMA Negeri 1 Kuantan Sako Taja Pelatihan Membuat Buletin dan Penulisan Esei
Proses Pemilihan Rektor Unand Padang Priode 2019-2023 Masuki Tahapan Penjaringan 14 Mei Mendatang
ISPP Kuansing Motivasi Generasi Muda Untuk Belajar ke Luar Negeri
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Maret 2023 - 19:21 WIB

Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:10 WIB

Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Selasa, 28 Maret 2023 - 22:58 WIB

Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

Selasa, 28 Maret 2023 - 15:43 WIB

Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities

Kamis, 12 Maret 2020 - 21:55 WIB

Tak Cukup dengan Pergub, Pendidikan Gratis Perlu Diperkuat dengan Perda

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto Visi.news)

EDITORIAL

Isu Seputar Wabup Kuansing dan Sengketa Pemberitaan

Senin, 30 Mar 2026 - 11:41 WIB

SENI DAN BUDAYA

Mengapresiasi karya Puisi

Jumat, 27 Mar 2026 - 14:19 WIB