Bangunan Tujuh Lantai Runtuh di Kamboja, Tiga Warga China Ditahan untuk Diminta Pertanggungjawaban

Rabu, 26 Juni 2019 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Bangunan tujuh lantai yang belum selesai di bangun di kawasan Sihanoukville, Kamboja, runtuh pada Sabtu (22/6/2019). Sejumlah pekerja yang tidur di dalamnya, sebanyak 28 orang dinyatakan tewas dan lainnya luka-luka.
Empat orang yang diduga bertanggung jawab atas runtuhnya bangunan kini telah ditahan. Tiga diantaranya warga China dan seorang lagi pemilik bangunan warga Kamboja. Warga China yang ditahan berprofesi  sebagai pemborong dan pengelola bangunan.
Seperti dilansir AFP, Selasa (25/6/2019) Pengadilan Preah Sihanouk menyatakan pemilik bangunan dijerat sangkaan dugaan melakukan pembunuhan yang tidak disengaja, menyebabkan cedera secara tak sengaja dan memperburuk keadaan yang menyebabkan kecelakaan.

Sedangkan tiga lainnya, seorang pemborong serta dua orang pengelola bangunan yang seluruhnya warga China didakwa dengan konspirasi melakukan kejahatan. Keempat tersangka saat ini telah ditahan atas perintah hakim praperadilan.
Mengutip AFP, proyek konstruksi bangunan itu berada di Sihanoukville, sebuah kota resor pantai yang baru-baru ini mulai dibangun. Kawasan ini mulai dibangun setelah menerima kucuran dana besar-besaran dari China.
Sejumlah pengusaha asal China diketahui telah menanam modal miliaran dolar Amerika Serikat di beberapa sektor seperti pariwisata, perumahan, pertanian, pelabuhan dan pembangunan kasino di Sihanoukville.(kkc/AFP)
Foto Ilustrasi bangunan runtuh (Reuters/Ciro de Luca)

 

Berita Terkait

Mantan Presiden Amerika, Donald Trump Mengalami Penembakan saat Kampanye di Pennsylvania
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment
China’s Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order
Praktik Penghindaran dan Penggelapan Pajak Ikut Dibahas dalam Pertemuan G20
Gara-gara Masakan Kebanyakan Garam, Pria 46 Tahun Bunuh Isteri
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 16:52 WIB

Mantan Presiden Amerika, Donald Trump Mengalami Penembakan saat Kampanye di Pennsylvania

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:50 WIB

The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Rabu, 29 Maret 2023 - 01:48 WIB

Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Selasa, 28 Maret 2023 - 08:24 WIB

The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto Visi.news)

EDITORIAL

Isu Seputar Wabup Kuansing dan Sengketa Pemberitaan

Senin, 30 Mar 2026 - 11:41 WIB