Gara-gara Masakan Kebanyakan Garam, Pria 46 Tahun Bunuh Isteri

Selasa, 5 Juli 2022 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI

ILUSTRASI

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Isteri yang masak terlalu asin atau kebanyakan garam memang merusak kelezatan masakan. Tapi ini tentu bukan keinginan isteri. Bisa jadi isteri terlalu lelah sehingga tidak konsentrasi, akhirnya masakan kebanyakan garam.
Sebenarnya ini hal yang biasa. Namun tidaklah demikian bagi pegawai bank berusia 46 tahun. Pria ini tega mencekik isterinya hingga tewas lantaran masakan isteri asin atau terlalu banyak garam
Peristiwa ini terjadi di kota Thane, sebelah selatan Mumbai, India di penghujung tahun lalu. Sang suami, Nikesh Ghag kecewa dengan masakan istertinya terlalu banyak garam lalu mencekik wanita 40 tahun itu hingga tewas
Mengutip BBCIndonesia, pejabat polisi Mumbai, Milind Desai mengatakan usai mencicipi masakan yang kebanyakan garam itu, Nikesh Ghag marah-marah lalu memukuli isterinya di kamar tidur. Tidak itu saja, pria 46 tahun itu mencekik isterinya hingga tewas
Putra pasangan itu berusia 12 tahun, ikut menyaksikan kejahatan tersebut. Menurut Desai, putra pasangan itu menuturkan kepada polisi bahwa ayahnya mengikuti ibunya, Nirmala, ke kamar tidur sambil mengeluh tentang garam dan mulai memukuli korban.
“Anak itu terus menangis dan memohon kepada ayahnya untuk berhenti,” kata Desai

Tetapi tersangka katanya tidak mau berhenti malah terus memukuli istrinya dan mencekiknya. Setelah pelaku keluar dari rumah, anak itu memanggil nenek dan pamannya dari pihak ibu.
“Saat kami tiba di tempat kejadian, keluarganya telah membawa korban ke rumah sakit, tapi saat itu korban sudah meninggal,” papar Desai.
Tersangka kemudian menyerahkan diri di kantor polisi, dan dia memberi tahu petugas bahwa dia menderita tekanan darah tinggi. Dia lalu dikirim ke penjara.
Keluarga Nirmala mengatakan kepada polisi bahwa Ghag telah bertengkar dengan isterinya karena “masalah rumah tangga” selama 15 hari terakhir.
Kendati begitu, Desai mengaku sebelumnya tidak pernah  menerima laporan apapun tentang hal ini baik dari korban atau keluarganya.(smh)

Berita Terkait

Mantan Presiden Amerika, Donald Trump Mengalami Penembakan saat Kampanye di Pennsylvania
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment
China’s Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order
Praktik Penghindaran dan Penggelapan Pajak Ikut Dibahas dalam Pertemuan G20
Kasus Pelecehan Seksual di Sekolah, Korban Malah Dibakar Hidup-hidup
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 16:52 WIB

Mantan Presiden Amerika, Donald Trump Mengalami Penembakan saat Kampanye di Pennsylvania

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:50 WIB

The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Rabu, 29 Maret 2023 - 01:48 WIB

Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Selasa, 28 Maret 2023 - 08:24 WIB

The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto Visi.news)

EDITORIAL

Isu Seputar Wabup Kuansing dan Sengketa Pemberitaan

Senin, 30 Mar 2026 - 11:41 WIB

SENI DAN BUDAYA

Mengapresiasi karya Puisi

Jumat, 27 Mar 2026 - 14:19 WIB