Tak Disangka, Mata-mata CIA dan Mossad Israel Bertebaran di Iran

Selasa, 9 Juni 2020 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi CIA

Ilustrasi CIA

 

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Di Iran ternyata bertebaran mata-mata atau spionase yang bekerja sama dengan CIA Amerika dan Mossad Israel.
Terakhir mereka melancarkan aksi pembunuhan terhadap Jenderal Qasem Soleimani lewat serangan udara di Bandara Baghdad, Irak 3 Januari lalu.
Salah satu dari mata-mata yang membantu CIA dan Mossad dalam kasus Qasem Soleimani itu bernama Mahmoud Mousavi Majd. Majd telah divonis hukuman mati oleh pengadilan Iran.
“Hukuman mati terhadap Majd telah diputuskan oleh Mahkamah Agung dan akan segera dilaksanakan,” kata juru bicara pengadilan Iran, Gholamhossein Esmaili seperti dilansir AFP.
Mengutip CNN Indonesia, Esmaili mengatakan Majd memberikan informasi terutama terkait keberadaan dan pergerakan Soleimani kepada CIA dan Mossad, dengan imbalan sejumlah besar uang.
Padahal Soleimani merupakan perwira senior militer yang paling popular dan berpengaruh di Iran. Namun Ia dipandang sebagai musuh mematikan oleh Amerika Serikat dan sekutunya.
Karena itu Soleimani digempur lewat serangan udara. Jenderal Soleimani tewas saat pesawat yang ia tumpangi tertembak roket tak lama setelah mendarat di Bandara Baghdad, 3 Januari lalu.
Kasus kematian jenderal yang paling ditakuti musuh-musuh Teheran ini ternyata melibatkan mata-mata Mousavi Majd. Demi imbalan uang, Majd memberikan informasi tentang Jenderal Qasem Soleimani.
Eksekusi  dan penangkapan mata-mata AS ini bukan yang pertama dilakukan Iran. Desember lalu, Teheran juga menangkap delapan orang yang terkait dengan CIA dan terlibat dalam demonstrasi besar anti-pemerintah.
Bahkan Februari lalu, Iran juga menjatuhkan hukuman mati pada Amir Rahimpour, seorang pria yang juga membantu memata-matai untuk AS dan berkonspirasi menjual informasi tentang program nuklir Iran.
Tidak itu saja, Juli 2019 lalu, Iran mengklaim telah membongkar cincin mata-mata CIA dan menangkap 17 tersangka intel AS antara Maret 2018 hingga Maret 2019.
Begitu banyaknya mata-mata yang membantu CIA di Teheran. Mungkinkah prilaku serupa juga terjadi di negara kita Indonesia (smh)

Berita Terkait

Mantan Presiden Amerika, Donald Trump Mengalami Penembakan saat Kampanye di Pennsylvania
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment
China’s Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order
Praktik Penghindaran dan Penggelapan Pajak Ikut Dibahas dalam Pertemuan G20
Gara-gara Masakan Kebanyakan Garam, Pria 46 Tahun Bunuh Isteri
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 16:52 WIB

Mantan Presiden Amerika, Donald Trump Mengalami Penembakan saat Kampanye di Pennsylvania

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:50 WIB

The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Rabu, 29 Maret 2023 - 01:48 WIB

Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Selasa, 28 Maret 2023 - 08:24 WIB

The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment

Berita Terbaru

Ilustrasi (Dok Warta Kota Tribune)

EDITORIAL

Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 11 Mar 2026 - 00:53 WIB

Deforestasi (Foto Antara)

EDITORIAL

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Senin, 9 Mar 2026 - 20:41 WIB