Hujan Malam Tadi, Sungai Sinambek dan Sungai Nanun Meluap, Jembatan Kayu Ambruk, Rumah Warga Terendam Banjir

Minggu, 2 Februari 2020 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Hujan yang mengguyur kota Telukkuantan sepanjang malam, sejak Sabtu (1/2/2020) petang hinggu Minggu (2/2/2020) pagi tadi membuat air Sungai Sinambek dan Sungai Nanun meluap.
Akibatnya jembatan kayu yang melintasi Sungai Sinambek tepatnya di kawasan Desa Beringin Taluk ambruk dilanda arus banjir bandang. Jembatan kayu ini merupakan satu-satunya akses menuju kolam ikan warga.
Tidak itu saja, tembok beton rumah susun milik Pemkab Kuansing juga jebol setelah dilanda derasnya arus banjir bandang. Bersyukur kolam ikan warga di kawasan Desa Beringin Taluk masih selamat.
“ Tanggul kolam ikan warga tidak ada yang jebol. Semuanya aman,” kata Kades Beringin Taluk, Bamba Rianto saat dihubungi KuansingKita Minggu (2/2/2020)
Kendati begitu, kepada KuansingKita Kepala Desa Beringin Taluk, Bamba Rianto mengungkapkan keprihatinannya atas musibah banjir bandang yang membuat jembatan kayu menuju kolam ikan warga ambruk. Ia berharap Pemkab Kuansing bisa memberikan bantuan secepatnya.
“ Kita ingin Pemkab Kuansing melalui dinas terkait bisa membantu memfasilitasi warga untuk membangun jembatan kayu yang ambruk secepatnya. Apalagi jembatan ini sangat dibutuhkan petani budi daya untuk akses mobilisasi hasil produksi,” kata Bamba Rianto.

 

Di kawasan Tobek Panjang, Desa Koto Taluk, sejumlah rumah kediaman warga terendam banjir. Ini dampak dari meluapnya air Sungai Nanun. Ketinggian air di luar badan sungai mencapai 1 meter lebih. Ini terjadi Minggu pagi tadi.
Sementara itu, angota ForDAS ( Forum Daerah Aliran Sungai) Riau Ir Mardianto manan MT kepada KuansingKita mengatakan semua ini terjadi tidak terlepas dari rendahnya kepedulian kita terhadap sungai selama ini.
Aktivitas yang tidak ramah lingkungan telah menyebabkan badan sungai mengalami pendangkalan. Tambah lagi daerah tangkapan air nyaris tidak ada. Kebun dibangun sudah menyisir ke bibir sungai. Akibatnya setiap hujan turun air sungai meluap dengan arus yang deras.
Untuk itu, Mardianto sangat berharap warga Kuansing lebih peduli terhadap lingkungan terutama peduli terhadap sungai. Sebab sungai bagi masyarakat Kuansing bukan saja berfungsi sebagai sumber ekonomi tapi sungai juga merupakan bagian dari budaya Kuansing.
“ Kedepan mari kita tingkatkan kepedulian kita terhadap sungai. Sebab sungai adalah citra masyarakat Kuansing,” pesan Mardianto. (kkc)

Berita Terkait

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda
Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Plt Gubri Diminta Segera Sosialisasikan Koordinat Blok WPR di Kuansing
Kok Bisa, Kementrian Agama Jadi Sarang Koruptor
Perda MHA Antara Kebutuhan dan Kekhawatiran Masa Depan
DAS Kuantan Saat Ini Mengalami Degradasi Ekosistem
Konflik Persoalan Pemilik Kios Pasar Bawah Telukkuantan dan Pemda Kuansing, Berpotensi Berlarut-larut
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:56 WIB

Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:25 WIB

Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:46 WIB

Plt Gubri Diminta Segera Sosialisasikan Koordinat Blok WPR di Kuansing

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:25 WIB

Kok Bisa, Kementrian Agama Jadi Sarang Koruptor

Berita Terbaru

Deforestasi (Foto Antara)

EDITORIAL

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Senin, 9 Mar 2026 - 20:41 WIB

Sampah di Lubukjambi (Dok Ranah Riau)

EDITORIAL

Sampah dan Sumpah Serapah

Sabtu, 7 Mar 2026 - 22:24 WIB