Perdana Menteri Inggeris Theresa May Mendapat Kecaman Keras Gara-gara Bayi ISIS

Minggu, 10 Maret 2019 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Pemerintah Inggeris di bawah kepemimpinan Theresa May mendapat kecamaan keras dari Partai Buruh setelah seorang bayi ISIS  bernama “Jarrah” dilaporkan meninggal dunia di Suriah, Jumat (8/3/2019).
Bayi yang meninggal dunia itu hasil pasangan Shamima Begum dengan seorang militan ISIS Yago Riedijk. Shamima Begum berusia 19 tahun, warga negara Inggeris.
Wanita muda yang baru melahirkan ini ingin kembali ke Inggeris untuk menyelamatkan bayinya, tapi kewarganegaraannya dicabut Menteri Dalam Negeri Sajid Javid.
Seperti diberitakan sejumlah media, bayi Jarrah meninggal dunia Jumat (8/3/2019). Dikabarkan bayi Jarrah sempat ditangani oleh dokter, pada Kamis (07/03/2019) karena gangguan pernapasan. Namun nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal.
Kematian bayi Jarrah menuai kritik tajam terhadap Menteri Dalam Negeri Inggris, Sajid Javid. Pasalnya Javid telah mencabut kewarganegaraan Begum sehingga remaja itu tak dapat kembali ke Inggris.
“Kematian tragis Jarrah, bayi Shamima Begum, merupakan “noda atas hati nurani” pemerintah ini,” kata Diane Abbot, juru bicara partai oposisi, dilansir Reuters, Minggu (10/3/2019).
“Menteri dalam negeri gagal (mengambil keputusan untuk menangani-red) anak Inggris ini dan mereka harus menjelaskan.”
Terkait status Begum, kepemimpinan Theresa May dianggap tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut hingga akhirnya menimbulkan keprihatinan banyak orang.
Phillip Lee, yang mengundurkan diri dari menteri kehakiman saat kepemimpinan Theresa May mengatakan dia sangat prihatin dengan keputusan mencabut kewarganegaraan Begum.
“Jelas [kasus] Shamima Begum memiliki pandangan yang menjijikkan,” katanya kepada BBC Radio.
“Tapi dia masih kecil. Dia adalah produk dari masyarakat kita … dan saya pikir kita memiliki tanggung jawab moral kepadanya dan bayinya, Jarrah” kata Philip Lee.

Berita Terkait

Mantan Presiden Amerika, Donald Trump Mengalami Penembakan saat Kampanye di Pennsylvania
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment
China’s Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order
Praktik Penghindaran dan Penggelapan Pajak Ikut Dibahas dalam Pertemuan G20
Gara-gara Masakan Kebanyakan Garam, Pria 46 Tahun Bunuh Isteri
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 16:52 WIB

Mantan Presiden Amerika, Donald Trump Mengalami Penembakan saat Kampanye di Pennsylvania

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:50 WIB

The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Rabu, 29 Maret 2023 - 01:48 WIB

Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Selasa, 28 Maret 2023 - 08:24 WIB

The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment

Berita Terbaru