Beda dengan Amerika, Uni Eropa Tidak Akui Dataran Tinggi Golan sebagai Wilayah Israel

Jumat, 29 Maret 2019 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Uni Eropa menyatakan sikap tegasnya tidak akan mengikuti langkah Amerika dalam mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel. Uni Eropa tidak akan berubah, mereka tetap berpegang pada pandangan lama bahwa Dataran Tinggi Golan bukan bagian dari wilayah Israel.
Dirangkum dari berbagai media, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini menyatakan negara-negara anggota Uni Eropa tetap berpegang pada pandangan lama mereka. “Posisi Uni Eropa dalam hal status Dataran Tinggi Golan tidak berubah,” kata Mogherini seperti dikuti dari AFP, Rabu (27/3/2019).
Pernyataan Federica Mogherini tersebut  dikeluarkan menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas masalah pengakuan AS terhadap kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan. “Sejalan dengan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, Uni Eropa tidak mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (25/3/2019) lalu Presiden AS Donald Trump menandatangani proklamasi yang mengakui klaim Israel  atas Dataran Tinggi Golan yang dicaplok dari Suriah pada 1967 lalu. Padahal pencaplokan Israel atas Dataran Tinggi Golan belum diakui secara internasional. Akhirnya kebijakan Trump tersebut memancing reaksi dari sejumlah negara.
Pemerintah Indonesia juga ikut mengecam kebijakan AS tersebut. Kementerian Luar Negeri menyatakan langkah Trump tidak kondusif bagi upaya perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Indonesia menolak secara tegas adanya pengakuan Daratan Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel. Pernyataan Indonesia ini disampaikan melalui situs Kemlu RI Selasa (26/3/2019).
Banyak pengamat memperkirakan kebijakan Trump ini akan memicu ketegangan baru di Timur Tengah. Bahkan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mencibir Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyebut Trump sebagai bocah yang suka membully.
“Sayangnya, Trump berperilaku seperti bocah pembully. Dia melakukan hal yang sama soal (status) Kota Yerusalem,” ucap Erdogan dalam wawancara bersama televisi A Haber, Rabu (27/3/2019).(kkc)
Foto : Dataran Tinggi Golan. (REUTERS/Ammar Awad)

 

Berita Terkait

Mantan Presiden Amerika, Donald Trump Mengalami Penembakan saat Kampanye di Pennsylvania
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment
China’s Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order
Praktik Penghindaran dan Penggelapan Pajak Ikut Dibahas dalam Pertemuan G20
Gara-gara Masakan Kebanyakan Garam, Pria 46 Tahun Bunuh Isteri
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 16:52 WIB

Mantan Presiden Amerika, Donald Trump Mengalami Penembakan saat Kampanye di Pennsylvania

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:50 WIB

The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Rabu, 29 Maret 2023 - 01:48 WIB

Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Selasa, 28 Maret 2023 - 08:24 WIB

The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment

Berita Terbaru

Ilustrasi ( Foto Istockphoto)

NASIONAL

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal

Jumat, 13 Feb 2026 - 20:54 WIB

Toko emas dibakar (Foto kompas/dokumen warga)

NASIONAL

Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas

Kamis, 12 Feb 2026 - 19:17 WIB