Rusia Hamburkan Dana Rp288 Triliun per Hari untuk Invasi ke Ukraina

Senin, 7 Maret 2022 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan Rusia ke Ukraina (Foto Ukrinform)

Serangan Rusia ke Ukraina (Foto Ukrinform)

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Rusia terpaksa menghamburkan dana USD 20 Miliar atau setara Rp 288 Triliun per hari untuk menyerang dan melakukan invasi ke Ukraina
Karena itu, banyak pihak, menilai Putin akan menghadapi kesulitan dana jika dalam waktu 10 hari ke depan belum mampu menaklukkan atau menguasai kota-kota besar Ukraina
Begitu juga dengan persenjataan canggih Rusia yang mulai kian menipis, sehingga diperkirakan perang akan berakhir dalam kondisi yang tidak sesuai dengan harapan Putin
Namun demikian, kondisi ini pula yang membuat Putin mengamuk. Presiden dengan masa jabatan terlama di Rusia ini ingin menaklukkan Ukraina secepatnya. Akibatnya, sampai Senin (7/3/2022) serangan Rusia ke Ukraina semakin menggebu
Mengutip CNN Indonesia, Rusia telah menggempur bandara sipil di Vinnytsia pada Minggu (6/3/2022) kemaren. Padahal bandara sipil ini letaknya di bagian barat Ukraina Tengah atau jauh dari perbatasan Rusia dan Belarusia
Menyikapi ini, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky meminta negara-negara barat memberlakukan zona larangan terbang di atas wilayah Ukraina untuk mencegah lebih banyak serangan Rusia
Masih mengutip CNN Indonesia, sebenarnya Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan senjata di sejumlah kota. Namun Rusia tidak peduli. Tentara dengan semboyan URA ini terus melepaskan tembakan di Mariuopol yakni kota yang telh disepakati gencatan senjata
Akibatnya sampai hari ini Senin (7/3/2022), Ukraina kewalahan untuk mengevakuasi warga sipil dari Mariuopol karena ditembaki tentara Rusia.
Kabar tentang tentara Rusia tak henti-henti melepaskan tembakan di Mariuopol sehingga Ukraina kesulitan mengevakuasi warga sipil disampaikan langsung oleh Kepala Administrasi Wilayah Donetsk, Pavlo Kyrylenko, lewat akun Facebook pada Minggu (6/3/2022), seperti dikutip CNN.
Menanggapi ini, Presiden Rusia, Valdimir Putin menjelaskan bahwa Kyiv, ibu kot Ukraina tidak termasuk dalam kesepakatan genctan senjata. Tentara Rusia yang mengelilingi Mariuopol melancarkan tembakan ke arah Kyiv.
Ini disampaikan Putin saat berbincang dengan Presiden Perancis, Emmanuel Macron pada Minggu (6/3/2022) seperti dikutip CNN dari AFP
“Nasionalis Ukraina mencegah warga sipil dan warga asing meninggalkan kota pelabuhan Mariupol dan tetangganya Volnovakha pada Sabtu meskipun ada pengumuman gencatan senjata,” tandas Putin (smh)

Berita Terkait

Mantan Presiden Amerika, Donald Trump Mengalami Penembakan saat Kampanye di Pennsylvania
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Barack Obama: A Legacy of Progress and Change
The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment
China’s Growing Influence in International Politics: Implications for the World Order
Praktik Penghindaran dan Penggelapan Pajak Ikut Dibahas dalam Pertemuan G20
Gara-gara Masakan Kebanyakan Garam, Pria 46 Tahun Bunuh Isteri
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 16:52 WIB

Mantan Presiden Amerika, Donald Trump Mengalami Penembakan saat Kampanye di Pennsylvania

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:15 WIB

Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Rabu, 29 Maret 2023 - 05:50 WIB

The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Rabu, 29 Maret 2023 - 01:48 WIB

Barack Obama: A Legacy of Progress and Change

Selasa, 28 Maret 2023 - 08:24 WIB

The Trump Administration’s Legacy in World Politics: An Assessment

Berita Terbaru

Ilustrasi (Dok Warta Kota Tribune)

EDITORIAL

Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 11 Mar 2026 - 00:53 WIB

Deforestasi (Foto Antara)

EDITORIAL

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Senin, 9 Mar 2026 - 20:41 WIB