Saling Serang dalam Politik Cerminan dari Kondisi yang Tidak Kondusif

Kamis, 25 Juli 2024 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Seorang tokoh muda Kuansing yang akrab disapa KIC menyerang bakal calon bupati Suhardiman Amby di salah satu media online. Ia memaparkan kondisi Suhardiman Amby ketika bersama-sama tim ASA dalam pilkada Kuansing periode lalu
Dalam paparan itu, KIC memperbandingkan sikap serta pernyataan- pernyataan Suhardiman Amby setelah menjadi Bupati Kuantan Singingi. Ia pun memberikan penilaian dengan ungkapan “kacang lupa kulitnya”. Kendati begitu, sejauh ini tidak ada serangan balasan dari Suhardiman Amby
Saling serang dalam politik terutama politik elektoral seperti pilkada disebut sebagai attacking campaign. Ada dua bentuk attacking campaign dalam politik elektoral. Pertama negative campaign dan kedua black campaign. Keduanya menggunakan pernyataan-pernyataan menyerang
Untuk yang pertama yakni negative campaign masih dibenarkan dalam ruang demokrasi. Serangan negative campaign masih dalam batas mengkritisi program dan kebijakan. Karena itu, serangan negative campaign biasanya diarahkan kepada calon incumbent
Negative campaign adalah serangan yang bertujuan menjatuhkan atau mendelegitimasi kandidat incumbent. Karena itu arahnya pada program atau kebijakan politik kubu lawan. Serangan ini tidak bisa dilarang. Namun isi kampanye negative ini masih bisa disampaikan di ruang publik
Ini sangat berbeda dengan black campaign yang tidak dibenarkan dalam ruang demokrasi. Pasalnya black campaign selalu menyerang wilayah privasi yang terkadang tidak etis disampaikan di ruang publik. Tambah lagi black campaign tak segan mencampur adukkan fakta dan fitnah.
Tapi yang lebih buruk lagi, black campaign sering dilakukan secara sembunyi atau tidak jelas pelakunya seperti memasang poster-poster atau selebaran gelap. Isinya menyerang wilayah privasi lawan politik bahkan sering melontarkan tuduhan-tuduhan fitnah untuk menjatuhkan lawan

Namun demikian, dalam komunikasi poltik, black campaign hasilnya tidak selalu searah dengan  tujuan akhir, bahkan sering menjadi blunder. Publik yang semula diharapkan membenci pihak yang diserang melalui berbagai hasutan dan fitnah justeru bisa berbalik menjadi simpati atau mendukung
Karena itu, black campaign harus dihindarkan dalam pilkada Kuansing. Selain tidak efektif untuk pola kampanye, black campaign sangat berpotensi memecah belah serta menimbulkan gesekan di tengah masyarakat atau para pendukung masing-masing kubu.
Apalagi kalau masing-masing kubu menggunakan serangan black campaign. Masing-masing kubu saling berbalas serangan. Ini bisa memicu kerusuhan massa. Akibatnya sudah pasti sangat tidak elok untuk negeri Kuansing yang beradat
Sementara itu, KIC kepada KuansingKita mengaku kritikan yang disampaikannya kepada Suhardiman Amby masih dalam batas etika dan masih di dalam ruang demokrasi, bukan black campaign. Alasannya statemen yang disampaikannya itu di media massa bukan dalam bentuk poster atau selebaran gelap
: Kritikan yang Saya sampaikan itu masih di dalam ruang kehidupan berdemokrasi, tidak ada yang salah,” tandas KIC
Memang tidak ada yang salah. Tapi akan lebih baik, kampanyekan saja calon masing-masing melalui program yang diusungnya. Kampanyekan saja kelebihan calon yang diusung, bukan menyerang dan merendahkan calon lawan.
Seperti ungkapan daerah Kuansing “ Torangkan ajo pelito awak, jan pelito urang pulo nan dipadamkan”. Pasalnya saling serang dalam politik elektoral seperti pilkada mencerminkan kondisi politik di negeri itu tidak kondusif. (smh)
FOTO ILUSTRASI (Antaranews)

Berita Terkait

Pilkada Kuansing, PKS Resmi Dukung Pasangan Adam Sukarmis- Sutoyo
Bupati Suhardiman Tidak Mau Terburu-buru Menetapkan Calon Wakil Bupati Pasangannya
Publik Masih Menunggu, Siapa Sebenarnya Calon Wakil Bupati Pasangan Suhardiman Amby
Ketua Golkar Kuansing, Adam Sukarmis Juga Yakin Dapatkan Dukungan PKS
Bakal Calon Wakil Bupati Pasangan Suhardiman Amby Diwawancarai di DPD Gerindra Riau
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Changing Face of America: How Demographic Shifts are Reshaping the Nation
Musliadi : Kecil Kemungkinan Mursini Didispoisisikan PKB ke Jakarta
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juli 2024 - 17:59 WIB

Saling Serang dalam Politik Cerminan dari Kondisi yang Tidak Kondusif

Rabu, 17 Juli 2024 - 22:15 WIB

Pilkada Kuansing, PKS Resmi Dukung Pasangan Adam Sukarmis- Sutoyo

Jumat, 5 Juli 2024 - 11:29 WIB

Bupati Suhardiman Tidak Mau Terburu-buru Menetapkan Calon Wakil Bupati Pasangannya

Kamis, 4 Juli 2024 - 21:09 WIB

Publik Masih Menunggu, Siapa Sebenarnya Calon Wakil Bupati Pasangan Suhardiman Amby

Jumat, 28 Juni 2024 - 19:32 WIB

Ketua Golkar Kuansing, Adam Sukarmis Juga Yakin Dapatkan Dukungan PKS

Berita Terbaru

Ilustrasi mudik lebaran (Foto internet)

EDITORIAL

Menyimak Fenomena Mudik Lebaran

Sabtu, 21 Mar 2026 - 18:07 WIB

Ilustrasi (Dok Warta Kota Tribune)

EDITORIAL

Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 11 Mar 2026 - 00:53 WIB

Deforestasi (Foto Antara)

EDITORIAL

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Senin, 9 Mar 2026 - 20:41 WIB