Tahun Ini, RSUD Telukkuantan Bangun Gedung Rawat Inap Rp 14,7 M Rehab Ruang IGD Rp 7,4 M

Sabtu, 8 Juni 2019 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – RSUD Telukkuantan terus berpacu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Tahun 2019 ini, RSUD Telukkuantan membangun gedung rawat inap dan rehabilitasi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD)
Direktur RSUD Telukkuantan Fahdiansyah kepada KuansingKita, Sabtu (8/6/2019) mengatakan gedung rawat inap dibangun dengan dana Rp 14,7 miliar. Sedangkan rehabilitasi ruang instalasi gawat darurat menelan dana Rp 7,4 miliar.
Menurut Fahdiansyah pembangunan gedung rawat inap dan rehab ruang instalasi gawat darurat perlu digesakan. Langkah ini untuk mendukung upaya RSUD Telukkuantan dalam memacu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Dokter jebolan Universitas Pajajaran Bandung ini mengatakan kedepan RSUD Telukkuantan harus mampu memberikan pelayanan paripurna serta menjadi rumah sakit rujukan bagi daerah sekitar Kuansing.
Untuk itu katanya perlu peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. Mulai dari peningkatan kualifikasi tenaga medis, alat kesehatan (alkes), serta sarana dan prasarana kesehatan lainnya termasuk gedung dan ruangan.
Sementara itu, berdasarkan data yang dirangkum dari ULP Kuansing, pembangunan gedung Rawat Inap tahap I RSUD Telukkuantan dialokasikan dengan nilai HPS Rp14.732.058.104,29. Pemenang tender sudah ditetapkan.

PT Putra Meranti, yang beralamat Jalan Yos Sudarso Gg Obor No 02, Rumbai – Pekan Baru  menjadi pemenang tender. Perusahaan ini menyisihkan 16 kontraktor lainnya dengan harga penawaran Rp 14.455.676.463,14. Sedangkan harga negosiasi Rp 14.393.286.000,00
Rehabilitasi ruang IGD dialokasikan dengan nilai HPS Rp 7.408.247.869,56. Rehabilitasi ruang IGD juga sudah ditenderkan dengan pemenang tender PT Andika Utama yang beralamat Jalan Kartini No 15, Bangkinang-Kampar.
PT Andika Utama menyisihkan 18 peserta tender lainnya dengan harga penawaran Rp 7.276.522.856,41, sedangkan harga negosiasi Rp 7.276.556.000,00. Rehabilitasi ruang IGD ini dibiayai dengan dana DAK. “ Semoga saja pembangunan berjalan lancar tanpa kendala,” ujar Fahdiansyah.(kkc)

Berita Terkait

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda
Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:48 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:37 WIB

Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto Visi.news)

EDITORIAL

Isu Seputar Wabup Kuansing dan Sengketa Pemberitaan

Senin, 30 Mar 2026 - 11:41 WIB