Mayat di Gorong-Gorong Perkebunan PT RAPP Belum Teridentifikasi

Sabtu, 21 Januari 2017 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(foto Humas Polres Kuansing)

TELUKKUANTAN (KuansingKita.com) – Kendati Minggu (21/1/2017) ini sudah memasuki hari ketiga penemuan mayat di dalam gorong-gorong di areal perkebunan Akasia PT RAPP Sektor Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir, Kuansing, namun polisi belum bisa mengidentifikasi identitas korban.

Kapolres Kuansing, AKBP Dasuki Herlambang SIk,MH melalui Kasubag Humas Polres Kuansing AKP Lumban Toruan ketika dikonfirmasi KuansingKita.com lewat group Humas-PWI belum memberikan jawaban sama sekali. Sehingga identitas korban sampai saat ini belum diketahui.

Sebenarnya, sesaat setelah mayat ditemukan, Kamis (19/1/2017) lalu, pihak Polres Kuansing sudah meminta RSUD Telukkuantan untuk melakukan otopsi dan tes DNA. Tujuannya untuk mengidentifikasi identitas korban. Hanya saja, sampai hari ini polisi belum mempublikasikan hasil identifikasi identitas korban.

“ Mayat yang ditemukan dievakuasi ke RSUD untuk otopsi dan tes DNA,” kata Lumban beberapa hari lalu.

Selain belum mempublikasikan hasil tes DNA, polisi juga belum memberikan keterangan lainnya tentang hasil identifikasi identitas korban. Sejauh ini belum diketahui apakah Polres Kuansing sudah memperbandingkan data-data antemortem dari seluruh korban hilang dengan data postmortem dari mayat yang ditemukan.

Soalnya, data antemortem atau data fisik khas korban seperti tato, bekas luka, cacat tubuh serta sampel DNA begitu juga pakaian atau aksesoris yang dikenakan oleh sejumlah korban hilang akan sangat membantu jika diperbandingkan dengan data postmortem atau data-data fisik dari mayat yang ditemukan.

Seperti dilansir KuansingKita.com, Kamis (19/1/2017) lalu, pekerja perkebunan PT RAPP menemukan sesosok mayat laki-laki di areal perkebunan Akasia Sektor Baserah. Mayat ditemukan sudah membusuk di dalam gorong-gorong atau saluran air. Mendapatkan kejadian ini, pekerja PT RAPP langsung melaporkan ke Polsek Kuantan Hilir.

Begitu mendapatkan laporan, polisi langsung turun ke TKP. Hari itu juga, mayat dievakuasi  ke RSUD Telukkuantan untuk otopsi dan tes DNA. Hanya saja, sampai saat ini belum diketahui atau polisi belum mempublikasikan hasil identifikasi identitas korban. (kkc)

 

 

 

Berita Terkait

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda
Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:48 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:37 WIB

Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto Visi.news)

EDITORIAL

Isu Seputar Wabup Kuansing dan Sengketa Pemberitaan

Senin, 30 Mar 2026 - 11:41 WIB