Warga Pasar Baru Pangean Tewas Tenggelam di Bendungan Penghijauan

Kamis, 16 Februari 2017 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita.com) –  Jika janji ajal sudah tiba, memang tak bisa ditunda-tunda lagi. Semuanya bisa terjadi atas kehendakNya. Setidaknya itulah yang terjadi dengan Nasarudin, (30 tahun) warga Dusun Penghijauan, Desa Pasar Baru Pangean, Kecamatan Pangean.

Nasarudin, pria yang cukup cekatan berenang dan naik perahu ini ditemukan tewas tenggelam di Bendungan Penghijauan Kamis (16/2/2017) sekitar pukul 08.00 wib. Sebelum ditemukan, perahu yang dibawa Nasarudin untuk mencari ikan tampak tertelungkup di atas permukaan air.

Peristiwa naas ini bermula ketika korban Nasarudin dan temannya Rio berencana mencari ikan di Bendungan Penghijauan. Keduanya berangkat bersama dari desa dan tiba di rumah panggung di tengah bendungan Rabu (15/2/2017) sekitar pukul 22.10 wib. Saat tiba di rumah panggung, keduanya menemukan seorang lagi temannya Japri.

Di rumah panggung itulah ketiganya istirahat tidur hingga subuh hari. Saat subuh masih gelap, ketiganya dengan menggunakan perahu pasing-masing berperahu ke tengah bendungan untuk mencari ikan. Ketiganya terpencar di lokasi masing-masing.

Sekitar dua jam mencari ikan atau sekitar pukul 7.30 wib, Japri yang merasa hasil tangkapannya cukup lumayan langsung pulang. Tinggal Rio dan korban Nasarudin. Saat Rio berencana akan pulang, betapa terkejutnya. Ia tak menemukan Nasarudin. Nasarudin hilang, begitulah informasi yang menyebar.

Mendengar itu masyarakat Pangean beramai-ramai datang ke bendungan mencari korban. Lalu ditemukanlah perahu korban dalam kondisi terbalik atau tertelungkup di atas permukaan air. Mendapatkan itu, warga yang mencari langsung menyelam ke dasar bendungan. Lalu ditemukanlah korban dalam kondisi tak bernyawa lagi.

Korban sudah dikebumikan di pekuburan warga di sekitar kediamannya Kamis (16/2/2017). Namun demikian polisi belum tahu pasti penyebab korban tenggelam. Apalagi kata Lumban polisi kesulitan karena keluarga korban menolak diotopsi. “ Keluarga korban menolak diotopsi,” tutup AKP G.Lumban Toruan (kkc)

Foto Bendungan Penghijauan dan korban (Humas Polres Kuansing)

Berita Terkait

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda
Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:48 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:37 WIB

Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto Visi.news)

EDITORIAL

Isu Seputar Wabup Kuansing dan Sengketa Pemberitaan

Senin, 30 Mar 2026 - 11:41 WIB