Bangunan Bendungan Petapahan Berpotensi Roboh, Kini Sayap Kiri Sudah Jebol

Rabu, 27 Februari 2019 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GUNUNGTOAR (KuansingKita) – Warga Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, Kuansing perlu berjaga-jaga atau meningkatkan kewaspadaan.
Pasalnya bangunan bendungan Sungai Petapahan berpotensi roboh. Kini sayap kiri bendungan sudah jebol diterjang banjir. Sementara hujan masih saja turun
Kepala Dinas PUPR melalui Kabid Sumber Daya Air, Febri Mahmud kepada KuansingKita Rabu malam ini mengaku sangat khawatir karena sayap kiri bendungan sudah jebol diterjang banjir.
Menurut Febri jika debit air terus bertambah sangat berpotensi bangunan utama bendungan akan roboh. Apalagi katanya usia bangunan sudah sangat tua. “Bangunan bendungan itu sudah sangat tua, dibangun tahun 1978 lalu,” katanya
Ia menjelaskan sayap kiri bendungan jebol karena debit air sudah tidak sebanding lagi dengan daya tampung bendungan. Akibatnya tekanan air semakin tinggi sehingga menjebolkan sayap kiri bendungan.
Febri mengatakan upaya perbaikan harus dilakukan secepatnya. Jika terlambat bendungan tak akan berfungsi lagi mengendalikan air. Ini akan berdampak buruk terhadap pemukiman warga.  “Upaya perbaikan harus secepatnya,” ujar Febri
Febri mengkhawatirkan jika bangunan bendungan roboh dalam kondisi debit air yang tinggi maka banjir dengan arus yang deras akan terjadi lagi. Karena itu tidak ada alasan untuk menunda upaya perbaikan.
Ia menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan bupati agar bisa menggunakan dana bencana alam secepatnya untuk biaya perbaikan. Apalagi kondisi bangunan sangat rentan karena usia bangunan yang sangat tua.
“Kini bupati masih di Jakarta. Sepulangnya bupati kami akan berkoordinasi langsung untuk bisa segera melakukan upaya perbaikan,”kata Febri
Sementara itu Kadis Lingkungan Hidup,  Rustam meminta masyarakat Petapahan atau Gunung Toar pada umumnya agar bersama-sama menjaga dan mengawasi  bagian hulu sungai dari berbagai aktivitas yang merusak lingkungan. “Semua ini dampak dari kerusakan lingkungan,” kata Rustam.(kkc)

 

Berita Terkait

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda
Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:48 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:37 WIB

Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto Visi.news)

EDITORIAL

Isu Seputar Wabup Kuansing dan Sengketa Pemberitaan

Senin, 30 Mar 2026 - 11:41 WIB