Kematian Ikan Secara Mendadak di Kuansing Belum Pulih Tapi Produksi Tetap Meningkat

Selasa, 30 April 2019 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Usaha budidaya perikanan di Kuansing pada tahun 2018 lalu sempat terguncang oleh tingginya tingkat kematian ikan secara mendadak di sejumlah kolam budidaya.
Kendati kini tingkat ancaman kematian ikan secara mendadak berangsur turun, namun kondisinya belum lagi pulih sepenuhnya seperti sediakala.

Plt Kepala Dinas Perikanan Kuansing, Ir Fabri Komara,MS kepada KuansingKita mengungkapkan pada tahun 2018 lalu, tingkat kematian ikan secara mendadak di sejumlah kolam budidaya di Kuansing mencapai 32, 325 ton. “ Ini tentu sangat merugikan pelaku usaha perikanan budidaya,” ujarnya
Untuk mengatasi kondisi buruk ini menurut Fabri Komara pada 25 Maret lalu, pihaknya telah mendatangkan tim dari Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pekanbaru. Tim didatangkan untuk memastikan penyebab kematian ikan secara mendadak di Kuansing.

Bahkan pada 15 April lalu, Dirjen Perikanan Budidaya, KKP serta Balai Budidaya Air Tawar Jambi dan  Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau telah turun ke Kuansing. Hanya saja kata Fabri Komara sampai saat ini Dinas Perikanan Kuansing belum mendapatkan jawaban tentang penyebab kematian ikan.
Fabri mengungkapkan untuk mengatasi serangan penyakit yang diduga menjadi penyebab kematian ikan secara mendadak, Dinas Perikanan Kuansing kini mulai menerapkan dan menggalakkan pola budidaya polyculture. Setiap kolam budidaya diisi dengan ikan sedikitnya dua jenis ikan, misalnya nila dan ikan mas. Ini katanya sudah dilakukan di sejumlah titik di Kuansing.

Selain itu, Dinas Perikanan juga memberikan penyuluhan kepada pelaku usaha perikanan budidaya agar menerapkan CBIB atau Cara Budidaya Ikan yang Baik. Maklum saja katanya saat ini di Kuansing banyak sekali kolam budidaya dibangun dari bekas galian PETI. Sehingga banyak kaidah-kaidah budidaya perikanan yang terabaikan oleh pelaku usaha perikanan budidaya.
Kendati begitu, Fabri memaparkan produksi perikanan budidaya di Kuansing pada tahun 2018 mencapai 3.951,422 ton. Produksi 2018 ini mengalami peningkatan dibanding produksi tahun 2017 sebesar 3.834,803 ton. Produksi tertinggi di Kecamatan Kuantan Tengah mencapai 1.487,130 ton, kemudian menyusul Kecamatan Sentajo Raya sebesar 689,071 ton.

Fabri menambahkan tingkat konsumsi atau tingkat kebutuhan ikan di Kuansing mencapai 9.805 ton per tahun dengan rasio 38 kilogram per kapita. Sementara total produksi perikanan tangkap dan budidaya sekitar 4.451,87 ton per tahun. Sehingga menurut Fabri peluang untuk usaha budidaya masih terbuka lebar jika mencermati perbandingan tingkat konsumsi dan total produksi.
Karena itu kata pria pindahan dari Aceh ini, Dinas Perikanan Kuansing kini tengah memacu produksi ikan budidaya melalui berbagai upaya seperti upaya ekstensifikasi dan intensifikasi. Ini dilakukan dengan pencetakan kolam baru dan pemberian stimulan kepada petani perikanan budidaya. “ Peluang masih besar, produksi perlu dipacu,” ujar Fabri.(kkc)
Foto : Istimewa

Berita Terkait

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda
Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Plt Gubri Diminta Segera Sosialisasikan Koordinat Blok WPR di Kuansing
Kok Bisa, Kementrian Agama Jadi Sarang Koruptor
Perda MHA Antara Kebutuhan dan Kekhawatiran Masa Depan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:48 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:37 WIB

Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:56 WIB

Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:25 WIB

Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja

Berita Terbaru

Ilustrasi (Dok Warta Kota Tribune)

EDITORIAL

Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 11 Mar 2026 - 00:53 WIB

Deforestasi (Foto Antara)

EDITORIAL

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Senin, 9 Mar 2026 - 20:41 WIB