Bau Busuk, Saluran Air Pasar Modern Tertimbun Tanah. Pedagang Iuran Untuk Upah Pekerja

Senin, 5 Agustus 2019 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Pasar modern Telukkuantan yang sudah ditempati pedagang sejak Rabu (10/7/2019) lalu ternyata kondisinya belum layak untuk ditempati. Areal pasar yang becek dan berlumpur sehabis hujan, membuat pengunjung kesulitan berbelanja.
Belum lagi atap los yang bocor, tidak ada ketersediaan air bersih, dan banyak sarana pendukung lainnya yang tidak tersedia. Tapi yang menjadi masalah besar saluran air pembuangan yang tertimbun tanah. Akibatnya air dari los basah menimbulkan bau busuk, anyir dan amis yang menyengat.
Seorang pedagang pasar modern menulis di akun facebook, saluran air yang tersumbat karena tertimbun tanah telah menimbulkan bau busuk yang menyengat. Pengunjung enggan berbelanja karena bau busuk itu sangat menyesakkan pernafasan.
Karena itu katanya, pedagang sengaja mencari pekerja untuk menggali tanah yang menimbun saluran air. Sementara untuk upah pekerja pedagang iuran. Langkah ini katanya terpaksa dilakukan secepatnya karena bau busuk sudah sangat menggangu sehingga pengunjung tidak mau berbelanja.
Kendati begitu, pedagang pemilik akun @Ermayeni Ermayeni ini mengaku kalau dinas terkait telah menjanjikan akan melakukan penggalian saluran air yang tertimbun tanah. Hanya saja pedagang tidak sabar karena pengunjung tidak mau lagi berbelanja.
“ Alhamdulillah, sekarang sudah agak lancar walaupun belum maksimal,” katanya saat dihubungi KuansingKita.
Sementara itu, Kepala Dinas Kopdagrin Azhar Ali ketika dihubungi KuansingKita membenarkan tentang kondisi saluran air yang tertimbun tanah. Azhar mengatakan pihaknya dan pedagang sudah sepakat untuk bergotongroyong pada Selasa (6/8/2019).
Menurut Azhar, Kopdagrin terpaksa mengajak pedagang gotong royong karena anggaran untuk membenahi pasar modern belum dialokasikan dalam APBD. “ Anggarannya belum ada, jadi jalan keluarnya gotong royong,” kata Azhar.
Azhar menambahkan banyak sekali sarana pendukung yang akan dibangun dan dibenahi seperti musholah, areal parkir, listrik, atap los basah, termasuk kios pujasera. Bahkan areal pasar juga akan dibangunkan “paving block”. “ Anggaran untuk ini baru akan diusulkan dalam APBD Murni 2020, jadi belum bisa dilaksanakan sekarang,” cetus Azhar Ali.(kkc)

Berita Terkait

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda
Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Plt Gubri Diminta Segera Sosialisasikan Koordinat Blok WPR di Kuansing
Kok Bisa, Kementrian Agama Jadi Sarang Koruptor
Perda MHA Antara Kebutuhan dan Kekhawatiran Masa Depan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:48 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:37 WIB

Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:56 WIB

Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:25 WIB

Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja

Berita Terbaru

Ilustrasi (Dok Warta Kota Tribune)

EDITORIAL

Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 11 Mar 2026 - 00:53 WIB

Deforestasi (Foto Antara)

EDITORIAL

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Senin, 9 Mar 2026 - 20:41 WIB