Ancaman Dangkal, Pengerukan Gelanggang Tepian Nerosa Terus Dilakukan

Senin, 12 Agustus 2019 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bamba Rianto
TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Areal gelanggang pacu jalur Tepian Nerosa yang masih dangkal di beberapa titik, sampai hari ini masih terus dilakukan pengerukan.
Ketua Seksi Gelanggang Panitia Pacu Jalur 2019, Bamba Rianto kepada KuansingKita mengungkapkan pengerukan diperkirakan akan tuntas sekitar 5 hari lagi.
Menurut Kepala Desa Beringin Taluk ini, pengerukan kini dikonsentrasikan pada titik di kawasan hilir pancang finish. Pasalnya kawasan ini sangat dangkal.
Bamba membeberkan, pendangkalan pada titik di hilir pancang finish membuat jalur yang datang dari daerah bagian hilir kesulitan memasuki  gelanggang Tepian Nerosa.
Untuk itu katanya, kini panitia terus melakukan pengerukan agar jalur peserta yang datang dari daerah hilir bisa dengan mudah memasuki areal gelanggang Tepian Nerosa.
Sementara pengerukan lainnya sudah hampir tuntas. Misalnya pengerukan untuk membuat jalur yang usai berpacu bisa berputar dengan mudah, sudah mulai tuntas dikerjakan.
“ Kini pengerukan untuk jalur berputar sudah hampir tuntas, tinggal pengerukan jauh di bagian hilir pancang finish di kawasan Suaru Sukun” kata Bamba

Ia memperkirakan jika tak ada aral merintang, pekerjaan pengerukan akan tuntas dalam 5 hari kedepan. Kini pekerjaan pengerukan terus dilakukan setiap hari.
Di kawasan mudik atau di kawasan hulu pancang start, Bamba mengatakan sudah dalam kondisi aman.  Areal di kawasan hulu sudah bebas dari tunggul kayu.
Jalur yang akan menuju kawasan persinggahan di hulu pancang start tidak perlu khawatir lagi dengan ancaman tunggul kayu. Semuanya sudah dibersihkan.
Dalam perbincangan dengan KuansingKita, Bamba juga mengungkapkan bahwa panitia akan mempersiapkan “perondam” atau tali tempat bergantung jalur.
Tali “perondam” ini akan difungsikan jika jalur yang akan dilepas gagal sampai dua kali. Setelah itu, kedua jalur diwajibkan bergantung untuk memulai “start gantung”.
Menurut Bamba ini akan dimasukkan ke dalam Tatib (tata tertib) pacu jalur 2019. Sehingga nanti potensi keributan saat melepas jalur di pancang start tidak terjadi lagi.
“ Kalau sudah gagal dilepas sampai dua kali maka untuk ketiga kalinya kedua jalur wajib bergantung pada tali perondam,” tutup Bamba. (kkc)

Berita Terkait

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda
Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Plt Gubri Diminta Segera Sosialisasikan Koordinat Blok WPR di Kuansing
Kok Bisa, Kementrian Agama Jadi Sarang Koruptor
Perda MHA Antara Kebutuhan dan Kekhawatiran Masa Depan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:48 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:37 WIB

Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Minggu, 1 Maret 2026 - 11:56 WIB

Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:25 WIB

Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja

Berita Terbaru

Ilustrasi (Dok Warta Kota Tribune)

EDITORIAL

Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 11 Mar 2026 - 00:53 WIB

Deforestasi (Foto Antara)

EDITORIAL

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Senin, 9 Mar 2026 - 20:41 WIB