Ricuh Pemacu Kilek Keramat dan Ghajo Montili Sudah Tuntas Diselesaikan. Kedua Kubu Sudah Berdamai

Sabtu, 24 Agustus 2019 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Ricuh pada hilir ke 30 hari kedua, antara pemacu Kilek Keramat Muaro Laii dari Desa Pauh Angik Pangean dengan pemacu Ghajo Monitili dari Desa Pintu Gobang Kari sudah tuntas diselesaikan. Kedua kubu yang terlibat konflik sudah berdamai.
Ketua Panitia Pacu Jalur 2019, Emerson melalui Ketua Seksi Gelanggang Bamba Rianto kepada KuansingKita mengatakan panitia telah bertindak cepat untuk menuntaskan kasus ini. Kini kedua kubu sudah berdamai dan berjanji tidak akan memperpanjang masalah lagi.
Perdamaian kedua kubu disepakati dalam pertemuan di Gedung Nerosa Jumat (23/8/2019) malam. Kedua kubu hadir didampingi camat masing-masing. Sedangkan dari panitia hadir ketua Umum Emerson dan jajarannya. Selain itu ada juga perwakilan bupati dan perwakilan Polres Kuansing.
Menurut Bamba dalam pertemuan malam itu disepakati kedua kubu tidak akan memperpanjang masalah lagi. Pihak mana saja yang memulai lagi, nanti masalahnya akan diselesaikan melalui jalur hukum. Sedangkan apa yang terjadi dalam insiden Jumat siang, sudah dianggap selesai.

“ Siapa saja yang memulai lagi, nanti akan diselesaikan melalui jalur hukum, itu sudah ditegaskan oleh perwakilan Polres Kuansing,” kata Bamba Rianto.
Ditanya apakah ada diantara jalur yang terlibat ricuh dijatuhkan sanksi. Menjawab ini Bamba mengatakan sejauh ini panitia belum membahas masalah sanksi. Itu nanti akan dibahas dalam pertemuan panitia setelah pacu jalur. Kini target panitia mendamaikan kedua kubu yang ricuh.
“ Syukur kedua kubu bisa memahami dan kedua kubu juga berjanji tidak akan memperpanjang masalah lagi, Pihak keamanan juga sudah menjamin keamanan kedua kubu,” kata Bamba
Berdasarkan informasi yang dirangkum KuansingKita, ricuh antara pemacu jalur Kilek Keramat dengan Ghajo Montili terjadi di dalam Sungai Kuantan. Sebelumnya kedua jalur ini berpacu pada hilir ke 30, setelah memasuki finish baru keduanya terlibat ricuh.
Memang nyaris terjadi pemukulan. Namun dari informasi yang dirangkum tidak ada terjadi bentrok fisik yang berakibat fatal. “ Kedua kubu kini sudah berdamai dan berjanji tidak akan memperpanjang masalah lagi,” tutup Bamba

Berita Terkait

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan
Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang
Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 16:13 WIB

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan

Rabu, 22 April 2026 - 18:12 WIB

Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:19 WIB

Mengapresiasi karya Puisi

Berita Terbaru