Teka-teki Siapa Pasangan H.Mursini Dalam Pilkada Mendatang Masih Belum Terjawab

Rabu, 11 Maret 2020 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati H.Mursini melantik kades terpilih (Foto Istimewa)

Bupati H.Mursini melantik kades terpilih (Foto Istimewa)

SALAM REDAKSI – Teka-teki tentang siapa pasangan H.Mursini dalam Pilkada September 2020 mendatang benar-benar telah mengincah ruang publik. Namun sampai kini teka-teki ini masih belum terjawab.
Kepada KuansingKita di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, Bupati H.Mursini mengatakan pasangannya dalam Pilkada akan dideklarasikan menjelang pendaftaran di KPU.
“ Nantilah publikasikan pasangan itu, kalau sudah mau mendaftar di KPU,” kata H.Mursini
Kendati begitu H.Mursini tidak menjelaskan alasannya kenapa masih belum mendeklarasikan pasangannya. Namun kalau dicermati dinamika politik Pilkada Kuansing, mengulur jadwal deklarasi pasangan merupakan satu hal yang wajar.
Lihat saja, dari sejumlah calon yang sudah digadang-gadangkan akan berpasangan ternyata berpisah di tengah jalan. Kondisi ini diperkirakan masih akan terjadi lagi terhadap sejumlah pasangan sebelum jadwal pendaftaran di KPU.
Selain siapa pasangan H.Mursini dalam Pilkada mendatang, pertanyaan publik lainnya terkait tentang partai apa saja yang akan menjadi partai pengusung H.Mursini dalam Pilkada mendatang. Pertanyaan ini tak kalah menariknya.
Pertanyaan ini menjadi semakin menarik karena para pengurus partai politik ikut terseret mengomentari peluang H.Mursini untuk mendapatkan partai. Misalnya Ketua DPC PKB Kuansing yang juga mantan anggota DPRD Kuansing,  Musliadi.
Politisi PKB asal Cerenti ini melontarkan banyak statemen terkait peluang Mursini di PKB. Herannya, menanggapi semua itui H.Mursini tidak bergeming. Ketua DPW PPP Provinsi Riau ini sedikitpun tidak terlihat gusar. Mursini selalu tampil dengan tenang.
Apakah H.Mursini sudah mengantongi partai pengusung selain PPP. Apakah H.Mursini sudah menetapkan pasangannya sehingga tidak perlu merasa gusar. Pertanyaan inilah yang berhamburan saat membahas H.Mursini dan Pilkada. Pertanyaan inilah yang membuat publik penasaran.
Salah seorang yang rajin mengikuti dinamika Pilkada Kuansing, pernah menduga kalau apa yang tengah dilakukan H.Mursini adalah bagian dari manuver politik. Menurutnya H.Mursini sengaja membuka ruang agar publik memperbincangkan eksistensinya dalam Pilkada Kuansing.
Kalau menyimak paparan Peter Schorder dalam bukunya Strategi Politik, apa yang dilakukan H.Mursini adalah bagian dari Strategi Politik Ofensif atau biasa disebut Strategi Perluasan Pasar. Selagi pasar masih terus membahas atau memperbincangkan produk maka akan terus terjadi peningkatan  konsumen.
Artinya, selagi pasar politik Pilkada masih terus memperbincangkan H. Mursini sebagai produk maka akan terjadi peningkatan dukungan. Tapi benarkah H.Mursini tengah memainkan manuver politik ini, walahualam. (Said Mustafa Husin)

Berita Terkait

Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital
Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan
Tragedi Kematian dalam Aktivitas PETI, Polisi Harus Punya Tanggung Jawab Moral
Sampah dan Sumpah Serapah
Ketika Kapak menjadi Bahasa Cinta
Polisi dan Pelaku Kejahatan Lingkungan
APBD-P Kuansing 2025 Tanpa Alokasi TPP. Ini Sangat Keliru
Entitas Pemerintah Tidak Boleh Terjebak dalam Pembiaran Pelanggaran Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 00:53 WIB

Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital

Senin, 9 Maret 2026 - 20:41 WIB

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:28 WIB

Tragedi Kematian dalam Aktivitas PETI, Polisi Harus Punya Tanggung Jawab Moral

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:35 WIB

Ketika Kapak menjadi Bahasa Cinta

Rabu, 8 Oktober 2025 - 15:18 WIB

Polisi dan Pelaku Kejahatan Lingkungan

Berita Terbaru

Ilustrasi (Dok Warta Kota Tribune)

EDITORIAL

Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital

Rabu, 11 Mar 2026 - 00:53 WIB

Deforestasi (Foto Antara)

EDITORIAL

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Senin, 9 Mar 2026 - 20:41 WIB