Pikirkan Nasib Penambang PETI, Bupati Mursini Tandatangani MoU di Jakarta

Sabtu, 4 Juli 2020 - 02:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyaksikan penandatangan MoU secara virtual (Foto Huas Kuansing)

Menyaksikan penandatangan MoU secara virtual (Foto Huas Kuansing)

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Bupati Kuantan Singingi Drs H.Mursini terus berupaya mencarikan jalan keluar dari permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat Kuansing.
PETI (Pertambangan Tanpa Izin) yang kini marak di Kuansing akan diupayakan beraktivitas dalam usaha Pertambangan Rakyat Berskala Kecil yang telah dimulai di sejumlah daerah di Indonesia.
Untuk itu, Bupati Drs H.Mursini harus menandatangani MoU tentang rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Penambangan Emas Bebas Merkuri pada Pertambangan Emas Berskala Kecil di Kuantan Singingi.
MoU tentang rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Emas Bebas Merkuri ditandatangani Bupati H.Mursini dan Dirjen PSLB3, Rosa Vivien Ratnawati di Kemen LHK, Jakarta, Jumat (3/7/2020) sekitar pukul 14.30 wib
 Penandatangan MoU ini disaksikan Asisten I, Muhjelan Arwan, Asisten III, Agus Mandar, Kadiskominfos,  Samsir Alam, Kabag Kesra,  Sariman, Camat Kuantan Tengah,  Agus Iswanto.
Selain itu, ada juga sejumlah pejabat Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan, Kuansing. Namun mereka menyaksikan secara virtual di Kantor Bupati Kuansing, tanpa ikut hadir di Jakarta.
Mengutip Media Indonesia, Kepala Subdirektorat Penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian LHK Edward Nixon Pakpahan mengatakan, pembangunan fasilitas Pengolahan Penambangan Emas Bebas Merkuri salah satu cara untuk menghentikan penggunaan bahan kimia berbahaya.
“Teknologi kita adalah teknologi sianidasi. Sianida dapat menangkap emas 80 persen dbandingkan menggunakan merkuri yang hanya 40 persen,” kata Nixon kepada wartawan seperti dilansir Media Indonesia.
Edward Nixon membeberkan dalam proses pengendapan, nanti ada pengikatan emas, ada karbon aktif dengan pemanasan bantuan borak sehingga mendapatkan kualitas emas dengan baik, Selain itu, fasilitas ini juga nantinya mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih baik
Dampak ekonomi yang lebih baik diperoleh penambang melalui kinerja pengolahan emas yang lebih baik. Meskipun sianida berbahaya, lanjut Nixon, dengan penanganan yang benar maka tidak akan menjadi berbahaya, melainkan menguntungkan.
“Sianida yang berbahaya dan beracun itu asam sianida (HCN). Dalam prosesnya fasilitas ini nantinya juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih baik, kita bagaimana agar tidak terbentuk HCN. Bagaimana agar tak terbentuk HCN maka menjaga Ph-nya,” jelas dia.
Fasilitas pengolahan emas bebas merkuri akan dibangun di sejumlah daerah di Indonesia yang sudah memiliki izin pertambangan rakyat,” Daerah yang sudah memiliki izin pertambangan rakyat boleh membangun fasilitas pengolahan emas bebas merkuri,” kata Edward Nixon. (smh)

Berita Terkait

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan
Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang
Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 16:13 WIB

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan

Rabu, 22 April 2026 - 18:12 WIB

Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:19 WIB

Mengapresiasi karya Puisi

Berita Terbaru