Aktivitas Alat Berat di Hulu Sungai Petapahan, Benarkah Galian C

Minggu, 14 Februari 2021 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto dikutip dari akun facebook Joko Susanto)

Foto dikutip dari akun facebook Joko Susanto)

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Sejak sepekan ini media sosial ramai membahas aktivitas penambangan menggunakan alat berat di kawasan Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar.
Informasi tentang aktivitas yang menggunakan alat berat ini berkembang semakin simpang siur. Ada yang menyebutnya penambangan emas illegal atau PETI dan ada juga yang yakin itu hanya galian C.
Misalnya, seperti mengutip GoRiau, Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Henky Poerwanto menyatakan aktivitas alat berat di Desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar adalah penambangan galian C.
Bahkan Henky menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan atas informasi mengenai PETI kelas ‘kakap’ di kawasan Desa Petapahan yang kini tengah ramai dibahas di media sosial
Herannya, kini aktivitas alat berat itu terhenti. Bahkan alat berat yang biasanya sibuk melakukan pengerukan di kawasan hulu Sungai Petapahan itu kini raib entah kemana.
Alat berat yang kini raib dari kawasan hulu Sungai Petapahan itu juga dibenarkan Kapolres Henky Poerwanto. Ia menyebutkan sudah perintahkan Sat Intelkam untuk lidik
“Sabtu kemaren saya sudah perintahkan Sat Intelkam untuk lidik, tidak ditemukan aktivitas penambangan galian C maupun alat berat di lokasi,” ujar Henky seperti dilansir GoRiau.
Foto dikutip dari akun facebook Joko Susanto
Bahkan untuk memastikan informasi tentang aktivitas di hulu Sungai Petapahan, Henky mengatakan hari ini (Minggu, red) Kapolsek Kuantan Mudik bersama anggota sudah datang ke lokasi, namun tidak menemukan apa-apa.
Masih mengutip GoRiau, Kapolres Henky Poerwanto mengatakan alat berat sudah meninggalkan lokasi sejak Jumat malam. Kenapa alat berat itu meninggalkan lokasi, Kapolres Henky Poerwanto telah membeberkan secara terbuka.
Ia mengatakan alat berat itu meninggalkan lokasi Jumat malam lantaran pelaku tidak mampu memenuhi permintaan sejumlah uang oleh orang bukan masyarakat sekitar.
“Kami akan dalami lebih lanjut mengenai informasi, bahwa alat berat meninggalkan lokasi setelah pelaku tak mampu memenuhi permintaan uang Rp30 juta oleh bukan masyarakat sekitar,” ujar Henky seperti dikutip dari GoRiau.
Dari informasi yang dirangkum KuansingKita banyak pihak berharap Kapolres Henky Poerwanto membeberkan secara terbuka siapa yang meminta uang Rp 30 juta kepada pelaku sehingga pelaku meninggalkan lokasi. (smh)

Berita Terkait

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan
Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang
Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 16:13 WIB

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan

Rabu, 22 April 2026 - 18:12 WIB

Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:19 WIB

Mengapresiasi karya Puisi

Berita Terbaru