Suhardiman Perlu Berwanti-wanti Kalau Pilkada Hanya Dua Pasangan Calon Saja

Selasa, 18 Juni 2024 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Menyimak pergerakan para tokoh politik di Kuansing saat ini kuat kemungkinan pilkada Kuansing hanya akan diikuti dua pasangan calon saja.
Dua nama balon bupati yang kini mencuat di permukaan masing-masing Suhardiman Amby dan Adam Sukarmis. Sedangkan nama-nama lain kian hari sepertinya kian ragu untuk mencalonkan diri
Kalau kondisi dua pasangan calon ini terjadi, posisi Suhardiman sebagai incumbent sedikit terancam. Pasalnya pemilih akan ditempatkan pada dua pilihan saja yakni senang pemerintah atau tidak
Jika pemilih senang dengan pemerintah maka pilihannya tentu incumbent. Sebaliknya kalau pemilih tidak senang dengan pemerintah sudah pasti suaranya akan diberikan untuk rival incumbent
Dalam pilihan seperti ini, kemungkinan incumbent untuk kalah sangat besar. Bahkan, sekalipun lawannya diam tanpa membuat gerakan politik sedikitpun, incumbent bisa juga kalah dalam perolehan suara
Contohnya, dalam banyak pilkada, incumbent melawan kotak kosong sering kalah. Padahal kotak kosong tanpa tim sukses, tanpa kampanye, tanpa mengeluarkan dana dan sudah pasti tanpa money politik

Dalam pemilihan Wali Kota Makasar pertengahan 2018 lalu, suara kotak kosong unggul jauh dari suara pasangan calon Munafri Arifuddin dan   Andi Rachmatika Dewi yang didukung sejumlah parpol
Jika pilkada Kuansing dua pasangan calon saja, sudah pasti calon satunya sebagai rival incumbent akan bergerak membangun jaringan dukungan. Gerakan ini akan sangat berpengaruh terhadap perolehan suara
Gerakan ini akan sangat mudah menjaring konstituen yang tidak senang dengan kebijakan-kebijakan pemerintah. Inilah yang akan menjadi ancaman bagi incumbent
Pasalnya, seperti tadi, kotak kosong tanpa kampanye, tanpa tim sukses, tanpa money politik bisa unggul dalam perolehan suara. Kotak kosong bisa mengalahkan pasangan calon yang didukung sejumlah parpol
Karena itu, langkah terbaik untuk Suhardiman saat ini, adalah membangun kepercayaan publik. Langkah ini dilakukan dengan membangun personal branding tapi bukan lewat pencitraan, harus dengan program nyata
Jika Suhardiman tidak mampu membangun kepercayaan publik menjelang pilkada ini maka incumbent akan terancam. Rivalnya bisa dengan mudah memenangkan pilkada sekalipun belum tentu sepenuhnya disukai seperti kotak kosong
“ Benar, kotak kosong tanpa tim sukses, tanpa kampanye, tanpa mengeluarkan dana dan tanpa money politik, bisa unggul kalau pemilih tidak senang dengan incumbent,” kata seorang teman wartawan di PWI Kuansing (smh)

Berita Terkait

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda
Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:48 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:37 WIB

Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto Visi.news)

EDITORIAL

Isu Seputar Wabup Kuansing dan Sengketa Pemberitaan

Senin, 30 Mar 2026 - 11:41 WIB