Mardianto Manan Minta Polres Kuansing Tidak Perlu Sungkan Bakar Alat Berat

Sabtu, 13 Maret 2021 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Mardianto Manan

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Riau, Ir Mardianto Manan, MT sangat mengapresiasi tindakan Polres Kuansing membasmi aktivitas PETI dengan cara membakar rakit dompeng dan peralatannya.
Namun demikian. Mardianto juga meminta agar tindakan bakar membakar ini tidak tebang pilih. Jika di lapangan ditemukan alat berat yang melakukan aktivitas PETI, Polres Kuansing tidak usah sungkan-sungkan membakarnya
“ Tindakan Polres Kuansing membakar rakit PETI dan peralatannya tentu sangat kita apresiasi. Tapi tindakan serupa hendaknya dilakukan juga terhadap alat berat yang melakukan aktivitas PETI,” tandas Mardianto saat berbincang dengan wartawan di Kedai Kopi NF, Sabtu (13/3/2021) siang tadi.
Pemerhati lingkungan hidup asal Kuansing ini mengatakan bencana lingkungan hidup akibat maraknya aktivitas PETI sebenarnya sudah dialami masyarakat Kuansing. Sementara aktivitas PETI yang paling merusak lingkungan adalah aktivitas menggunakan alat berat
“ Masih ingatkan banjir bandang Sungai Petapahan yang menghanyutkan sejumlah bangunan rumah. Ini akibat kerusakan lingkungan oleh faktor manusia seperti aktivitas PETI menggunakan alat berat.” kata Mardianto

Untuk itu, Mardianto mengatakan, Polres Kuansing yang salah satu fungsinya sebagai pengayom masyarakat harus bertindak lebih dini. Langkah ini sebagai wujud dari upaya polisi menyelamatkan masyarakat dari bencana lingkungan yang dahsyat.
“ Dari kajian akademis, tak bisa disangkal, dalam kurun waktu tertentu aktivitas PETI ini dipastikan akan menimbulkan bencana,” kata Mardianto
Intelektual asal Kuansing yang tengah menyelesaikan program S3 Lingkungan Hidup ini meminta Polres Kuansing memandang masalah PETI cukup dari aspek hukum semata. Apakah PETI marak akibat kesulitan ekonomi, tidak bisa dijadikan alasan.
“ Perampok itu melakukan aksi perampokan juga lantaran kesulitan ekonomi, maling juga lantaran kesulitan ekonomi. Tapi hukum tidak bisa membenarkannya,” kata Mardianto
Sementara itu, seperti mengutip Goriau, Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto menegaskan tidak akan pandang bulu dalam penertiban tambang tanpa izin.
“ Saya mengimbau untuk siapapun yang melakukan aktivitas penambangan agar mengurus izin dari yang berwenang,” kata Kapolres dikutip Goriau. (smh)
Foto Ilustrasi

Berita Terkait

Pembangunan Astaka MTQ Riau di Kuansing Jadi Isu Hangat Perbincangan Publik
Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan
Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang
Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:12 WIB

Pembangunan Astaka MTQ Riau di Kuansing Jadi Isu Hangat Perbincangan Publik

Sabtu, 25 April 2026 - 16:13 WIB

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan

Rabu, 22 April 2026 - 18:12 WIB

Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Berita Terbaru