Sejumlah PNS Dicekam Ketakutan, Kajari Hadiman Imbau Tak Usah Cemas

Sabtu, 3 April 2021 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Sejak bergulirnya kasus dugaan penyimpangan SPPD Fiktif yang menjerat tersangka H, sejumlah PNS di lingkungan Pemkab Kuansing dicekam ketakutan.
Dari informasi yang dirangkum, sejumlah PNS telah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan. Misalnya di RSUD Telukkuantan, BPKAD, Dinas PUPR, Sekretariat Daerah dan banyak lagi
“ Di tempat saya ada PNS yang menolak sambil menangis ketakutan saat diberi jabatan,” kata seorang Kepala OPD yang namanya sengaja tidak dituliskan
Kondisi ini terjadi lantaran proses penyelidikan kasus dugaan penyimpangan SPPD Fikitif di BPKAD Kuansing terkesan tidak seperti biasanya. Hasil audit yang bukan temuan BPK tiba-tiba menjadi pidana
Biasanya, pengelolaan keuangan di masing-masing OPD diaudit BPK. Jika ada temuan, seperti tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pihak BPK meminta pengembalian.
Ini sangat berbeda dengan kasus BPKAD. Kasus ini sebenarnya tidak menjadi temuan BPK. Tiba-tiba saja, muncul menjadi kasus pidana tanpa ada jalan keluar sama sekali
“ Inilah yang kami takutkan. Kalau memang jadi temuan BPK, kita masih punya kesempatan mengembalikan,” kata seorang PNS yang namanya juga tidak mau dituliskan
Seramnya, tidak sedikit yang seharusnya terlibat dalam kasus dugaan SPPD Fiktif di BPKAD Kuansing. Ini kalau dihitung dari pengembalian 94 orang yang kini dijadikan alat bukti
Namun demikian, seperti postingan yang dikirimkan Kajari Kuansing Hadiman ke KuansingKita, ada imbauan Kajari Hadiman di media online agar PNS dan masyarakat tidak perlu cemas
Ia mengatakan pihaknya tetap menerapkan pencegahan lebih dulu bila ada temuan di jajaran Pemkab Kuansing. Ia juga mengimbau agar ASN menjalankan fungsinya masing-masing
Saat ditanya KuansingKita apa bentuk pencegahan yang dimaksud, menjawab ini Kajari Hadiman mengatakan model pencegahannya akan disampaikan nanti dalam pertemuan dengan ASN
Kajari Hadiman mengatakan pihaknya akan menggelar pertemuan dengan ASN dilingkungan Pemkab Kuansing. Pertemuan ini digelar di Pendopo Rumah Dinas, Senin (5/4/2021)
“ Nanti saya dan Wakajati yang akan menjadi narasumber,” kata Kajari Hadiman (smh)

Berita Terkait

Pembangunan Astaka MTQ Riau di Kuansing Jadi Isu Hangat Perbincangan Publik
Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan
Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang
Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:12 WIB

Pembangunan Astaka MTQ Riau di Kuansing Jadi Isu Hangat Perbincangan Publik

Sabtu, 25 April 2026 - 16:13 WIB

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan

Rabu, 22 April 2026 - 18:12 WIB

Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Berita Terbaru