Identitas Korban Tewas Mengapung di Sungai Kuantan Masih Belum Diketahui

Rabu, 15 Mei 2024 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN(KuansingKita) – Kalaksa BPBD Kabupaten Kuantan Singingi Yulizar M mengaku sampai kini belum mengetahui identitas pria yang ditemukan tewas mengapung di Sungai Kuantan, tepatnya di kawasan Desa Seberang Taluk Hilir, Selasa (14/5/2024) sekitar pukul 08.30 WIB
” Identitas pria yang ditemukan tewas mengapung di Sungai Kuantan sampai kini belum diketahui. Jasadnya tadi sudah dievakuasi ke RSUD Telukkuantan,” kata Yulizar M saat dihubungi KuansingKita Selasa sore
Dari informasi yang dihimpun KuansingKita, jasad korban tewas mengapung di Sungai Kuantan itu pertama kali ditemukan warga di kawasan Desa Seberang Taluk Hilir Selasa pagi. Kejadian ini dilaporkan ke polisi. Setelah polisi datang jasad korban tewas mengapung itu dievakuasi ke RSUD Telukkuantan
Saat ditemukan kondisi jasad mengapung dalam keadaan telanjang tanpa pakaian. Sementara bagian tubuhnya seperti wajah, tangan dan kaki sudah mulai membengkak
Kuat dugaan jasad pria yang ditemukan mengapung di Sungai Kuantan itu adalah korban banjir Sumatera Barat. Pasalnya Batang Ombilin, Sumatera Barat, yang berada di bagian hulu atau satu aliran dengan Sungai Kuantan juga dilanda banjir yang dilaporkan menelan korban jiwa.
Batang Ombilin termasuk salah satu sungai terbesar di Sumatera Barat. Sungai ini mengalir ke arah timur Danau Singkarak kemudian melintas Kabupaten Sijunjung setelah pertemuan dengan Batang Pelangki dan Batang Sukam. Dari Sijunjung aliran Batang Ombilin kemudian mengalir ke Sungai Kuantan.
Selasa (14/5/2024) siang di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, warga menemukan mayat mengapung. Seperti dilaporkan Padangrayanews.com tiga mayat korban banjir ditemukan mengapung di Kabupaten Sinjungjung, Selasa siang . Penemuan tiga mayat ini membuat gempar warga Sijunjuing
Dua mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan di aliran Sungai Ombilin tepatnya di belakang mesjid Tanjung Beringin, Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. Sedangkan satu mayat lagi ditemukan di kawasan Silukah, Nagari Silokek, Sijunjung
Dugaan sementara, ketiga mayat tersebut merupakan korban banjir bandang disekitar gunung Marapi beberapa waktu lalu. Penemuan mayat ini juga dibenarkan Kalaksa BPBD Kabupaten Sijunjung, Hendri Chaniago
“Iya, benar ada penemuan tiga mayat tanpa identitas oleh warga. Dua mayat ditemukan mengambang di Sungai Batang Ombilin, Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII. Dan satu mayat lagi ditemukan di daerah Silukah. Saat ini sudah dilakukan evakuasi, langsung dilarikan ke RSUD Sijunjung di Tanah Badantuang,” papar Kalaksa BPBD Sijunjung, Hendri Chaniago
Karena itu pula kuat dugaan mayat yang ditemukan mengapung di Sungai Kuantan di kawasan Desa Seberang Taluk Hilir Selasa pagi tadi adalah korban banjir Sumatera Barat. Namun Kalaksa BPBD Kuantan Singingi Yulizar M mengaku belum mengetahui identitas korban.
“ Identitas korban belum diketahui, masih ditelusuri,” ujar Yulizar M (smh)

Berita Terkait

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan
Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang
Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 16:13 WIB

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan

Rabu, 22 April 2026 - 18:12 WIB

Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:19 WIB

Mengapresiasi karya Puisi

Berita Terbaru