Adam Sukarmis – Sutoyo, Lantas Suhardiman Berpasangan dengan Siapa

Minggu, 16 Juni 2024 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Sekalipun belum dalam bentuk SK (surat keputusan) penunjukan calon, Adam Sukarmis sudah mendapatkan rekomendasi dari Partai Nasdem untuk diproses menjadi calon bupati dalam Pilkada Kuansing 2024.
Ketua Partai Nasdem Kuansing, Muslim S.Sos membenarkan kalau surat Nasdem yang terbit untuk Adam Sukarmis belum berupa surat penunjukan calon tapi baru berupa rekomendasi. Selangkah lagi rekomendasi ini akan diproses menjadi surat keputusan
“ Benar, baru rekomendasi,” kata Muslim kepada KuansingKita
Saat ditanya dengan siapa Adam Sukarmis berpasangan dalam surat rekomendasi yang diterbitkan Partai Nasdem, ditanya begini Muslim belum mau berkomentar. Ia hanya mengatakan pasangan Adam Sukarmis adalah tokoh Jawa dari wilayah eks transmigrasi
Kendati begitu, sumber KuansingKita yang layak dipercaya namun namanya enggan dituliskan, menyebutkan kalau pasangan Adam Sukarmis dalam surat rekomendasi Partai Nasdem adalah Sutoyo yang kini sebagai anggota DPRD Kuansing dari Partai Golkar
“ Adam Sukarmis berpasangan dengan Sutoyo,” kata sumber KuansingKita
Jika Adam Sukarmis berpasangan  dengan Sutoyo yang juga kader Partai Golkar dari Singingi Hilir, kira-kira pertimbangan apa yang akan dikedepankan Suhardiman untuk memilih calon wakil bupati. Pasalnya saat ini ada sejumlah nama yang santer dipersandingkan dengan Suhardiman
Nama yang santer dipersandingkan dengan Suhardiman saat ini sebut saja, Pedrios Gusni, Sardiyono dan Febri Mahmud. Rasanya tak bisa disangkal, Suhardiman tentu akan memilih pasangan yang bisa mendukung strategi pemenangan secara signifikan.
Dari tiga nama yang selalu dipersandingkan dengan Suhardiman Amby untuk pilkada Kuansing 2024, hanya Pedrios Gusni yang berasal dari dapil yang sama dengan Sutoyo yakni dapil Singingi-Singingi Hilir. Sedangkan dua lainnya dari wilayah Kuantan Mudik lama

Jika Suhardiman akan menerapkan strategi full body contact untuk wilayah Singingi- Singingi Hilir maka pilihannya akan jatuh pada Pedrios Gusni. Pedrios akan dihadap-hadapkan dengan Sutoyo untuk saling berebut suara Singingi-Singingi Hilir
Kalau menyimak hasil pemilu Februari lalu, perolehan suara Pedrios dari Demokrat memang jauh di atas suara Sutoyo dari Golkar. Pertanyaanya apakah dengan unggul di Singingi-Singingi Hilir bisa mendukung strategi pemenangan secara signifikan
Lantas bagaimana dengan Sardiyono. Jika Suhardiman mempertimbangkan strategi pemenangan pada basis dukungan militant maka pilihannya akan jatuh pada Sardiyono. Sekalipun PPP gagal dalam pemilu Februari lalu, namun tokoh PPP ini tetap punya pendukung militan
Tapi yang paling menarik, adalah Febri Mahmud. Ia seorang ASN yang namanya muncul dalam bursa calon wakil bupati. Nama Febri Mahmud muncul ke permukaan bukan oleh pergerakan politiknya, tapi nama Febri muncul oleh dinamika politik pilkada itu sendiri
Artinya dinamika politik yang berkembang mengarah dan memunculkan nama Febri Mahmud. Dalam politik elektoral, sosok seperti Febri Mahmud ini sekalipun bukan politisi bisa dipastikan didukung banyak pihak karena ia lahir dari dinamika politik itu sendiri
Tanpa ada dukungan untuk Febri Mahmud maka dinamika poilitik tidak mungkin mengarah kepadanya.  Apakah dukungan untuk Febri Mahmud ini cukup signifikan untuk mendukung strategi pemenangan. Ini tidak bisa dijawab tanpa melalui survey multiple random sampling
Nah, siapa yang akan dipilih Suhardiman. Apakah incumbent masih punya stok nama lain. Rasanya apapun itu, Suhardiman dalam kondisi seperti ini memang perlu hati-hati. Ia ibarat bermain bola api, salah-salah bisa membakar dirinya sendiri
Tiga nama yang sejak beberapa waktu ini selalu dekat dengan Suhardiman bisa menjadi tokoh yang akan menyerangnya dalam pilkada nanti. Ini akan terjadi jika calon yang berharap tapi akhirnya gagal dan kecewa maka akan berbalik menyerangnya atau berpindah ke kubu lain.
Karena itu, langkah terbaik, Suhardiman harus bisa memberikan pemahaman terhadap tokoh-tokoh yang kini dekat dengannya. Sebab tokoh yang kecewa sudah pasti ada karena calon wakil bupati hanya satu orang saja, selebihnya gagal dan kecewa (smh)

Berita Terkait

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan
Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang
Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 16:13 WIB

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan

Rabu, 22 April 2026 - 18:12 WIB

Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:19 WIB

Mengapresiasi karya Puisi

Berita Terbaru