Mohon Turun Hujan Pemerintah dan Masyarakat Kuansing Laksanakan Sholat Istisqa

Senin, 16 September 2019 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) –  Benacana kabut asap yang melanda banyak daerah termasuk Kuantan Singingi bermula dari kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran ini terjadi karena kemarau panjang yang menyebabkan kondisi semak di areal kebun kering dan mudah terbakar.
Untuk memohon turun hujan, Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi melaksanakan sholat istisqa yaitu sholat memohon turun hujan. Sholat istisqa ini dilaksanakan di Lapangan Limuno Telukkuantan, Senin (16/9/2019) pagi tadi sekitar pukul 08.30 wib.
Dalam sambutannya di depan jemaah sholat istisqa di Lapangan Limuno Telukkuantan, Bupati Mursini mengungkapkan keprihatinannya atas bencana kabut asap yang telah menyiksa warga. Ia menyebutkan bencana kabut asap itu disebabkan peristiwa kebakaran hutan dan lahan.
Karena itu Bupati Mursini menegaskan kepada pihak perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan  dan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Dampak dari kebakaran kata Bupati Mursini telah sangat mengganggu aktivitas seluruh lapisan masyarakat.

Bupati Mursini menyebutkan untuk mengatasi kebakaran berbagai upaya pemadaman telah dilakukan. Namun sampai saat ini nyatanya kebakaran hutan dan lahan masih saja terjadi di sejumlah titik. Sehingga bencana kabut asap yang sangat meyiksa warga belum juga berhenti.
Kini kata Bupati Mursini, perlu dilaksanakan sholat istisqa untuk memohon turun hujan.  Sebab hujan sejatinya adalah kehendak Allah SWT. Sekalipun dilakukan upaya membuat hujan buatan kalau Allah tidak mengizinkan hujan tidak akan turun.
Sholat istisqa yang dilaksanakan di Lapangan Limuno Telukkuantan ini diikuti para pegawai dilingkungan Pemkab Kuansing, pegawai dari instansi vertikal, organisasi islam, jemaah mesjid serta siswa dari sekolah, madrasah dan pondok pesantren dalam kota Telukkuantan.(kkc)

Berita Terkait

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda
Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:48 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:37 WIB

Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto Visi.news)

EDITORIAL

Isu Seputar Wabup Kuansing dan Sengketa Pemberitaan

Senin, 30 Mar 2026 - 11:41 WIB