Di Teborou Panjang Tiga Orator Patahkan Isu dan Fitnah Terhadap H.Mursini

Kamis, 12 November 2020 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bermitra kampanye terbatas di Desa Teborou Panjang Foto dok Bermitra)

Bermitra kampanye terbatas di Desa Teborou Panjang Foto dok Bermitra)

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Kampanye titik kedua di Kecamatan Gunung Toar Rabu (11//11/2020) digelar di Desa Teborou Panjang. Kampanye titik kedua ini dijadwalkan selepas sholat Isya tepatnya pukul 19.30 – 22.00 wib.
Selain calon bupati H.Mursini dan calon wakil bupati Indra Putra, ada tiga orator yang menyampaikan orasi politik malam itu, mereka masing-masing Sardiyono, Darmizar dan Musliadi.
Ketiganya mematahkan isu dan fitnah yang dilontarkan kepada calon bupati H.Mursini. Simak di sini  apa kata mereka

Sardiyono

Saridiyono dalam orasi politiknya di depan warga yang hadir dalam kampanye terbatas di Desa Teborou Panjang Rabu (11/11/2020) malam, mengingatkan warga agar tidak termakan isu-isu murahan.
Kini kata Sardiyono ada pihak dari dalam dan dari luar yang menghembuskan isu bahwa Mursini tidak peduli dengan pembangun Gunung Toar. Diingatkan Sardi bahwa ini adalah bentuk isu murahan.
Sardiyono mengajak warga menatap kenyataan. Lihat kata Sardiyono jembatan Gunung Toar salah satu bukti kepedulian Mursini terhadap pembangunan Gunung Toar. Untuk mendapatkan pembangunan jembatan melintasi Sungai Kuantan bukan hal yang mudah
“ Saya tiga priode menjadi anggota DPRD Kuansing tidak berhasil merealisasikan jembatan Gunung Toar. Kini Mursini satu priode jadi bupati, mimpi anak-abak Gunung Toar tentang jembatan bisa diwujudkannya. Belum lagi pembangunan lainnya. Apakah itu yang disebut tidak peduli,” kata Sardiyono

Darmizar

Anggota DPRD Kuansing dari PPP ini menampik isu pengangkatan pegawai honor yang dibebankan kepada Mursini. Kini kata Darmizar ada pihak dari dalam dan dari luar yang menghembuskan isu dan hasutan percuma Mursini jadi bupati anak kemenakan tidak bisa dibantu jadi pegawai honor.
Menanggapi ini Darmizar menjelaskan bahwa Mursini adalah Bupati Kuantan Singingi. Mursini bekerja tidak bisa semaunya tapi harus berpijak pada peraturan perundang-undangan. Pernah Mursini mengalokasikan anggaran untuk pegawai honor, tapi usulan itu dibatalkan di DPRD.
“ Proses APBD memang seperti itu, diusulkan bupati nanti dibahas di DPRD. Anggaran untuk pegawai honor itu pernah diusulkan Mursini agar Pemkab bisa menerima pegawai honor tapi alokasi anggaran dicoret di DPRD mungkin karena ada yang lebih prioritas lagi,” jelas Darmizar

Musliadi

Pria yang akrab disapa Cak Mus ini menyampaikan orasi politik seputar sosok Mursini. Ia mengatakan sejak Kabupaten Kuantan Singingi berdiri H.Mursini bisa diebut sebagai bupati terbaik.
Musliadi pun memaparkan alasannya. Ia mengatakan H.Mursini seorang yang cerdas,berpendidikan, menentukan kebijakan dengan kehati-hatian.
“ Terus terang, saya dulu termasuk orang yang paling vokal mengkritik beliau semasa saya aktif di DPRD,” ujar Cak Mus
Kini kata Musliadi dirinya tidak segan-segan menyerahkan PKB untuk jadi partai pengusung pasangan H.Mursini – Indra Putra. Tujuannya agar Kuansing dipimpin oleh orang yang paham akan bidang pemerintahan, orang yang mengerti apa yang dibutuhkan masyarakat.
“ Jadi, jika ada isu dan fitnah yang dilontarkan kepada Mursini, jangan  terpengaruh. Itu merupakan ketakutan yang luar biasa dari lawan politik yang tidak bsa disembunyikan atau ditahan lagi. Lanjuutkaaan,” teriak Musliadi dibalas dengan sura gegap gempita dari warga yang hadir Lanjutkaaan. (smh)

Berita Terkait

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Jawa Barat Pinjam Uang, Kuansing juga akan Pinjam tapi Kegunaannya Beda
Rencana Pemekaran OPD, DPRD Kuansing Jangan Asal Main Tolak atau Asal Terima Saja
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:48 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:37 WIB

Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:44 WIB

Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto Visi.news)

EDITORIAL

Isu Seputar Wabup Kuansing dan Sengketa Pemberitaan

Senin, 30 Mar 2026 - 11:41 WIB