Vaksin akan Tiba di Kuansing Kamis Siang, Jadwal Vaksinasi Masih Belum Pasti

Kamis, 14 Januari 2021 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vaksin Sinovac (Istimewa)

Vaksin Sinovac (Istimewa)

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Vaksin Sinovac akan tiba di Kuantan Singingi Kamis (14/1/2021) siang. Hanya saja sampai saat ini Gugus Tugas Covid 19 Kuansing belum memastikan jadwal dimulainya vaksinasi
“ Vaksinnya akan tiba di Kuansing Kamis siang ini. Jumlahnya 1000 ds,” kata Juru Bicara Covid 19 Kuantan Singingi, Dr Agus Mandar saat dihubungi KuansingKita, Kamis (14/1/2021) pagi
Agus Mandar menyebutkan vaksin Sinovac dengan jumlah 1000 ds itu akan disimpan di tempat penyimpanan Dinas Kesehatan Kuansing. Vaksin ini akan disimpan sampai jadwal dimulainya vaksinasi.
Menurut Agus Mandar jadwal dimulainya vaksinasi tidak bisa diputuskan Gugus Tugas Kuansing secara sepihak. Jadwal ini harus dikoordinasikan dulu dengan Dinas Keshatan Provinsi Riau.
“ Nanti kalau sudah ada jadwal pasti dimulainya vaksinasi akan diberitahukan,” kata Jubir Agus Mandar

Sementara itu, mengutip Liputan6, vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac ini membutuhkan dua kali penyuntikan. Maksudnya dua kali penyuntikan vaksin dengan jangka waktu yang berbeda.
Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia Iris Rengganis, dalam konferensi pers, Senin awal pekan ini, meminta warga yang telah divaksin tetap menerapkan protokol kesehatan
“Jangan sampai orang sudah sekali vaksin terus dia berpikir ini aman, lalu 3M tidak dilakukan lagi,” kata Iris seperti dilansir Liputan6 Kamis (14/1/2021).
Iris menjelaskan, ada alasan mengapa vaksin COVID-19 diberikan dalam dua kali penyuntikkan. Menurutnya, sistem imun seseorang tidak bisa langsung dipaksa menerima dua dosis vaksin dalam satu waktu.
“Waktu pembentukan pertama, karena ini vaksin (virus) mati, dia butuh dua kali suntik supaya antibodinya bisa sekaligus. Karena sistem imun tidak bisa langsung dua dosis disatukan saja, sekaligus,” kata Iris.

Dalam Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI Nomor HK 02.02/4/1/2021 terlampir skreening sebelum vaksinasi dimulai.
Dari skreening atau pertanyaan yang diajukan kepada calon penerima vaksin, Kompas.com menyimpulkan ada 15 kondisi yang tidak diberikan vaksinasi
Dari 15 kondisi itu diantaranya ibu hamil atau sedang menyusui, mengalami gejala ISPA atau batuk pilek dan sesak nafas dalam tujuh hari terakhir, mengalami penyakit kelainan darah
Sealin itu, menderita penyakit jantung, menderita penyakit ginjal, penyakit reumatik autoimun, penyakit saluran pencernaan kronis, menderita penyakit kanker, tekanan darah lebih dari 140/190
Ada juga penyakit reumatik autoimun, penyakit autoimun sistemik, penyakit hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun serta menderita HIV dengan angka CD4 kurang dari 200 atau tidak diketahui.
Calon penerima vaksin yang menderita kondisi seperti diatas berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI tidak boleh divaksinasi. (smh)

Berita Terkait

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan
Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang
Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi
TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif
Mengapresiasi karya Puisi
PT Agrinas Palma Nusantara Diminta Serahkan 2.339 hektar Lahan kepada Masyarakat Lokal
Kapolres Kuansing Diminta Segera Evaluasi Kapolsek Kuantan Mudik
Jaringan Narkotika di Balik Kasus Mantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Mulai Ditangkapi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 16:13 WIB

Pemberitaan Terkait Anggota DPRD Kuansing Inisial RD Sudah Sepatutnya Disikapi Badan Kehormatan

Rabu, 22 April 2026 - 18:12 WIB

Ketua DPD Perindo Kuantan Singingi, Rowandri Tetap Optimis Hadapi Pemilu Mendatang

Senin, 13 April 2026 - 18:14 WIB

Konflik dengan Wanasari, Masyarakat Desa Jake Audiensi di Dirjen Perkebunan Jakarta Senin Tadi

Senin, 6 April 2026 - 19:50 WIB

TPP Tidak Boleh Diremehkan karena TPP Mendorong Kinerja dan Prilaku Inovatif

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:19 WIB

Mengapresiasi karya Puisi

Berita Terbaru