Skandal Watergate dan Bjorka

Kamis, 22 September 2022 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis Said Mustafa Husin

Pemred KuansingKita

Sebuah skandal politik yang menghebohkan terjadi di Amerika pada 1972. Enam penyusup yang akan melakukan penyadapan ditangkap di Sekretariat Partai Demokrat di Hotel Watergate, Washington DC
Kasus ini menjadi semakin heboh ketika skandal Watergate ini dipublikasikan dua wartawan The Washington Post, Bob Woodward dan Carl Bernstein.
Dua wartawan ini meyebutkan James McCord yaitu anggota komite pemilihan ulang Nixon yang juga mantan angggota CIA sebagai salah seorang penyusup
Menariknya, dua wartawan yang mengutip sumber Deep Throat ini membeberkan informasi secara rinci tentang kererlibataan Gedung Putih dan Partai Republik.

Akhirnya Richard Nixon yang baru saja memenangkan Pilpres secara telak  terdepak dari kursi kepresidenan Amerika. Ia hengkang dari Gedung Putih di bawah serunya perbincangan publik
Awalnya Richard Nixon sempat membantah keterlibatanya dan Partai Republik, tapi paparan rinci dua jurnalis membuat Nixon tak berkutik. Tambah lagi dalam persidangan, Hakim Agung menyita seluruh rekaman Nixon
Pada 2005 lalu, baru terungkap kalau sumber wartawan dengan pseudo name Deep Throat itu bukan orang sembarangan, sumber itu mengantongi seluruh informasi skandal Watergate, Ia adalah Mark File, Wakil Direktur FBI
Kini masyarakat Indonesia juga tengah dihebohkan hacker Bjorka.  Hacker yang tengah diburu identitasnya ini mempublikasikan informasi-informasi yang membuat  publik terkesima dan semakin ingin tahu
Misalnya LHP disebut belum menjalani vaksin booster, sementara LHP sangat mendesak masyarakat untuk menjalani vaksin booster. Ada juga informasi seputar kasus pembunuhan aktivis Munir, sehigga pubkik semakin menunggu informasi Bjorka

 

Pertanyaannya apa sebenarnya yang membuat kedua kasus ini menjadi heboh, jawabnya tentu saja informasi yang bersentuhan langsung dengan rasa keingintahuan publik.
Ini tidak lain disebabkan informasi dari skandal Watergate dan Bjorka itu memiliki unsur magnitude atau informasi yang memiliki pengaruh luas terhdap publik.
Bahkan informasi dari skandal Watergate dan Bjorka memiliki unsur significance (penting) dan timelines atau aktual sehingga menjadi  perhatian publik.
Artinya informasi yag menarik atau yang sangat dikejar publik adalah informasi yang mengandung sejumlah unsur-usur news value.
Unsur-usur seperti ini harus difahami seorang jurnalis dalam menyajikan berita. Dari news value ini seorang wartwan bisa menentukan angel berita sehingga bisa menyentuh rasa keingintahuan publik.
Untuk wartawan pemula belajarlah memahami news value agar laporan jurnalistik kita selalu ditunggu publik. Selamat belajar.*****

Berita Terkait

Potongan Harga TBS Rp 20 per Kilo Gram ala Suhardiman, Bisakah Ini Dibenarkan Hukum
Isu Seputar Wabup Kuansing dan Sengketa Pemberitaan
Menyimak Fenomena Mudik Lebaran
Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital
Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan
Tragedi Kematian dalam Aktivitas PETI, Polisi Harus Punya Tanggung Jawab Moral
Sampah dan Sumpah Serapah
Ketika Kapak menjadi Bahasa Cinta
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 20:07 WIB

Potongan Harga TBS Rp 20 per Kilo Gram ala Suhardiman, Bisakah Ini Dibenarkan Hukum

Sabtu, 21 Maret 2026 - 18:07 WIB

Menyimak Fenomena Mudik Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 - 00:53 WIB

Pers di Tengah Tantangan Disrupsi Digital

Senin, 9 Maret 2026 - 20:41 WIB

Kenapa Tidak Semuanya Dikembalikan Menjadi Hutan

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:28 WIB

Tragedi Kematian dalam Aktivitas PETI, Polisi Harus Punya Tanggung Jawab Moral

Berita Terbaru