Polisi Beberkan Pengakuan Terduga Teroris Soal Bom 22 Mei

Minggu, 19 Mei 2019 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Polisi dalam jumpa pers Jumat (17/5/2019) menayangkan pengakuan terduga teroris yang akan beraksi pada 22 Mei 2019.
Terduga teroris yang bernama Dede Yusuf alias Jundi alias Bondan mengaku telah membuat bom yang siap diledakkan 22 Mei 2019.
Dikutip dari detikcom, Yusuf merupakan salah seorang terduga teroris yang ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sepanjang Mei 2019 ini. Dia ditangkap di Jepara, Jawa Tengah, pada Selasa 14 Mei 2019.

Yusuf menilai tanggal 22 Mei merupakan hari yang tepat untuk melakukan amaliah. Sebab, 22 Mei bertepatan dengan penetapan pemenangan Pilpres 2019, yang menurut Yusuf bertentangan dengan keyakinannya.
Kendati telah dilakukan penangkapan sejumlah terduga pelaku dan perencana terror, namun  tak dipungkiri masih ada potensi serangan. Karena itu, polisi meminta masyarakat tak melakukan aksi turun ke jalan pada 22 Mei guna mengantisipasi jatuhnya korban.
Sementara itu, seperti dikutip CNN Indonesia,   Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono menyebut rencana aksi teror bom pada 22 Mei nanti bertujuan agar pemerintah yang disalahkan.

Jika aksi teror itu tak bisa dicegah, bakal ada tudingan bahwa pemerintahlah yang membunuh rakyatnya sendiri. Beruntung rencana tersebut bisa dicegah dengan beberapa penangkapan terduga teroris oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.
“Banyak laporan dari jajaran alat-alat negara, tentara dan polisi bahwa pada saat pawai kedaulatan rakyat nanti itu akan dibom supaya nanti yang disalahkan pemerintah,” kata Hendropriyono di Gedung Djoeang, Jakarta, Minggu (19/5/2019) seperti dilansir CNN Indonesia.
Masih mengutip CNN Indonesia, Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal mengatakan ada indikasi bahwa kelompok teroris JAD akan melakukan aksi teror dengan target kerumunan massa pada tanggal tersebut.

Indikasi itu, kata Iqbal, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 29 tersangka teroris yang ditangkap di bulan Mei ini. Dari hasil pemeriksaan, para tersangka menyebut akan menyerang kerumunan massa yang berkumpul di hari pengumuman penghitungan suara Pemilu itu.
“Ini akan membahayakan karena mereka akan menyerang semua massa termasuk aparat yang berkumpul dengan melakukan bom,” tutur Iqbal dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (17/5/2019) seperti dilansir CNN Indonesia.(kkc)
Foto : Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Berita Terkait

Majikan Siksa Pembantu Rumah Tangga Berujung Dipolisikan
Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal
Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas
Menkomdigi Soroti Etika Pers di Era AI
Diusulkan, Anggota Polri Jika Terbukti Melakukan Tindak Pidana Dijatuhi Hukuman Tiga Kali Lebih Berat
Keberadaan Buron Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, Riza Chalid Sudah Terdeteksi
Hutan Luluhlantak, Mantan Menteri Kehutanan Siti Nurbayah Dibidik APH Tapi Belum Tersangka
Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan PWI dan Kemenhan Gelar Retret di Cibodas
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 23:16 WIB

Majikan Siksa Pembantu Rumah Tangga Berujung Dipolisikan

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:54 WIB

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:17 WIB

Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas

Senin, 9 Februari 2026 - 07:19 WIB

Menkomdigi Soroti Etika Pers di Era AI

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:50 WIB

Diusulkan, Anggota Polri Jika Terbukti Melakukan Tindak Pidana Dijatuhi Hukuman Tiga Kali Lebih Berat

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto Visi.news)

EDITORIAL

Isu Seputar Wabup Kuansing dan Sengketa Pemberitaan

Senin, 30 Mar 2026 - 11:41 WIB