Kontrak “Bagi Hasil Produksi” Ladang Minyak Blok Rokan Terkesan Ditandatangani Diam-diam

Minggu, 12 Mei 2019 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Penandatangan kontrak “Bagi Hasil Produksi” ladang minyak terbesar di Asia Tenggara, Blok Rokan, antara Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan dan SKK Migas, Kamis (9/5/2019), terkesan dilakukan secara diam-diam.
Berbeda dengan penandatanganan blok migas lain sebelumnya, penandatanganan kontrak bagi hasil atau production sharing cost (PSC) blok Rokan,  yang mencakup ladang minyak Minas dan Duri, Riau, tidak dihadiri media.

Dikutip CNN Indonesia, Jumat (10/5/2019),   Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di sela acara buka bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (9/5/2019) membenarkan kalau penandatangtanan production sharing cost blok Rokan sudah dilakukan.
Namun demikian, Dwi tidak merinci kapan penandatanganan salah satu blok migas raksasa di Indonesia ini. Padahal, alih kelola Blok Rokan ke tangan Pertamina kerap dibanggakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pada Juli 2018 lalu, pemerintah mengumumkan Pertamina akan mengelola Blok Rokan setelah masa kontrak Chevron Pasifik Indonesia (CPI), selaku operator saat ini, habis pada 2021.
Sesuai kesepakatan, kontrak Pertmina akan berlaku selama 20 tahun. Untuk itu, Pertamina harus membayar bonus tanda tangan sebesar US$784 juta dan menyampaikan komitmen kerja pasti sebesar US$500 juta.

Dikutip detikFinance, Senin (30/7/2018), Blok Rokan mencakup dua ladang minyak terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara yakni ladang  Duri dan Minas.  Ladang Minas telah memproduksi minyak hingga 4,5 miliar barel sejak mulai produksi 1970.
Di awal 70-an, produksi ladang Minas pernah menembus angka 1 juta barel per hari (bph). Sekarang ladang tua ini masih mampu berproduksi sekitar 45.000 bph.

Kembaran ladang Minas adalah ladang Duri. Ladang Duri juga salah satu ladang minyak terbesar di Asia Tenggara. Ladang Duri menghasilkan minyak mentah unik yang dikenal dengan nama  “Duri Crude”.
Sekalipun kedua ladang minyak ini sudah tua, namun dari kedua ladang ini, Blok Rokan dengan luas 6.264 km2, masih mampu memproduksi minyak hingga 256.000 bph atau sekitar sepertiga dari total produksi minyak nasional

Chevron sudah memegang kontrak Blok Rokan sejak 1971 atau sudah hampir 50 tahun. Kini pemerintah melalui SKK Migas menyerahkan pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina.
Kontrak bagi hasil produksi atau production sharing cost sudah ditandatangani  Pertamina dan SKK Migas untuk jangka waktu 20 tahun. Inilah sumbangsih nyata Bumi Riau untuk negara ini.(kkc)
(Foto :  Muhammad Idris/detikFinance)

Berita Terkait

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal
Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas
Menkomdigi Soroti Etika Pers di Era AI
Diusulkan, Anggota Polri Jika Terbukti Melakukan Tindak Pidana Dijatuhi Hukuman Tiga Kali Lebih Berat
Keberadaan Buron Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, Riza Chalid Sudah Terdeteksi
Hutan Luluhlantak, Mantan Menteri Kehutanan Siti Nurbayah Dibidik APH Tapi Belum Tersangka
Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan PWI dan Kemenhan Gelar Retret di Cibodas
Pakar Lingkungan Hidup Dr Elviriadi : Lahan Sitaan Satgas PKH Seharusnya Dikembalikan Menjadi Kawasan Hutan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:54 WIB

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:17 WIB

Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas

Senin, 9 Februari 2026 - 07:19 WIB

Menkomdigi Soroti Etika Pers di Era AI

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:50 WIB

Diusulkan, Anggota Polri Jika Terbukti Melakukan Tindak Pidana Dijatuhi Hukuman Tiga Kali Lebih Berat

Senin, 2 Februari 2026 - 13:07 WIB

Keberadaan Buron Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, Riza Chalid Sudah Terdeteksi

Berita Terbaru

Ilustrasi ( Foto Istockphoto)

NASIONAL

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal

Jumat, 13 Feb 2026 - 20:54 WIB

Toko emas dibakar (Foto kompas/dokumen warga)

NASIONAL

Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas

Kamis, 12 Feb 2026 - 19:17 WIB