Anggota DPR RI Minta Polisi Masukkan Baju Seragamnya Biar Rapi

Rabu, 20 November 2019 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Idham Azis dengan baju seragamnya (Foto CNN Indonesia/Andry Novelino)

Kapolri Jenderal Idham Azis dengan baju seragamnya (Foto CNN Indonesia/Andry Novelino)

TELUKKUANTAN (KuansingKita) – Polisi yang berpenampilan tidak memasukkan  bagian bawah baju seragamnya mulai disorot anggota DPR RI. Anggota Komisi III DPR RI  Trimedya Panjaitan meminta anggota Polri memasukkan bagian bawah baju seragamnya dan tak perlu minder dengan perut buncit.
Hal itu diutarakan Trimedya saat Komisi III menggelar rapat dengar pendapat dengan Kapolri Jendral Idham Aziz di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019).
“Saya itu tak terlalu sreg pak polisi ini bajunya dikeluarin. Kalau bisa seperti dulu lagi dimasukin bajunya. Lebih rapi kelihatannya, lebih dekat dengan rakyat,” kata Trimedya seprti dilansir CNN Indonesia.
Masih mengutip CNN Indonesia Timedya lantas berseloroh aparat kepolisian tak perlu minder dengan bentuk perutnya yang buncit. Ia mengatakan masalah itu bisa diatasi melalui cara berolahraga yang rutin agar bisa membentuk badan yang ideal.
Ia bahkan meminta agar Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Irjen Listyo Sigit Prabowo untuk mengecek bentuk tubuh personelnya sampai ke daerah agar mencontoh Kapolri.
“ Supaya semua jajaran polri bisa niru perutnya saudara Kapolri. Jadi kami usulkan Pak Sigit ini ke daerah juga ngecek bila perlu Kapolrinya badannya seperti ini, lihat kapolda-kapolda, kapolres yang perutnya buncit itu suruh kurusin, jangan cuma soal kemewahan,” kata dia.
Tak berhenti sampai disitu, Trimedya turut mengapresiasi penerbitan Surat Edaran yang diterbitkan Propam Mabes Polri untuk melaporkan oknum kepolisian yang memeras para kepala daerah.
Ia pun tak menampik bila banyak oknum kepolisian yang menyusahkan para kepala daerah dengan permintaan proyek. Data itu ia dapatkan karena banyak kader PDIP yang menjadi kepala daerah di seluruh Indonesia.
“Sehingga bagi gubernur dan kepala daerah Bupati, Wali Kota ada anggaran aparat penegak hukum, bahkan ada alokasi proyek sekian untuk kapolda sekian, kapolres sekian dari total ini,” kata dia.
Melihat hal itu, Trimedya berharap surat edaran itu bisa berjalan efektif sampai ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. (kkc/sumber CNN Indonesia)

Berita Terkait

Majikan Siksa Pembantu Rumah Tangga Berujung Dipolisikan
Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal
Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas
Menkomdigi Soroti Etika Pers di Era AI
Diusulkan, Anggota Polri Jika Terbukti Melakukan Tindak Pidana Dijatuhi Hukuman Tiga Kali Lebih Berat
Keberadaan Buron Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah, Riza Chalid Sudah Terdeteksi
Hutan Luluhlantak, Mantan Menteri Kehutanan Siti Nurbayah Dibidik APH Tapi Belum Tersangka
Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan PWI dan Kemenhan Gelar Retret di Cibodas
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 23:16 WIB

Majikan Siksa Pembantu Rumah Tangga Berujung Dipolisikan

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:54 WIB

Begal di Palembang, HP Dibawa Kabur, Sepeda Motor Tinggal

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:17 WIB

Terlilit Utang, Seorang Perempuan Nekad Bakar Toko Emas

Senin, 9 Februari 2026 - 07:19 WIB

Menkomdigi Soroti Etika Pers di Era AI

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:50 WIB

Diusulkan, Anggota Polri Jika Terbukti Melakukan Tindak Pidana Dijatuhi Hukuman Tiga Kali Lebih Berat

Berita Terbaru